Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TERGODA CINTA DUDA DINGIN

TERGODA CINTA DUDA DINGIN

Naura reflek menutup lehernya dengan kedua tangan dan menggeleng kencang. "Noooo!!" *** Naura berdiri di depan rumah besar tiga lantai yang didesain modern dengan banyak kaca yang menjadi daya tarik utamanya lengkap dengan taman yang terawat dengan bunga aneka warna yang segar juga kolam ikan buatan di sekelilingnya. Sepertinya, pemilik rumah sangat senang kalau setiap pagi, hal pertama yang dilihatnya adalah alam. Bukan Arjuna sekali sih tapi rumah inilah yang waktu itu dapurnya dia pinjam untuk memasak bento Keylan.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai struktur novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Pembalasan Penyihir Agung

Pembalasan Penyihir Agung

Jendela-jendela yang elegan dengan bingkai batu mengisi dinding, memberikan rumah itu nuansa yang indah dan berkelas. Genting-genting bergerak ke posisi mereka, membentuk atap yang melindungi dari hujan dan panas. Pintu kayu yang kokoh dengan ukiran indah terbentuk di depan rumah, memberikan sentuhan akhir pada bangunan itu. Zephyr menyelesaikan mantra penggerak benda dengan sempurna. Dia memandang rumah yang baru terbentuk itu dengan rasa puas.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai struktur novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Bukan Sekelumit Sesal

Bukan Sekelumit Sesal

ucapnya pamit kemudian melangkah dengan tergesa. “Mari Nyonya, Anda bisa menunggu Riswan di ruangan itu,” jelasnya menunjuk ke belakang Novita. Novita kembali dibuat tercengang saat memasuki ruangan itu. Ruangan yang lebih mirip disebut rumah kaca yang dilengkapi meja rapat dan sisi ruang bersantai karena tersedia bedsofa. Satu sisi dinding kaca yang berukuran besar menampilkan Kota Makassar. Tampak jelas keindahan pantai dan beberapa pulau kecil.
9.29.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai struktur novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Neng Zulfa

Neng Zulfa

Laki-laki itu akhirnya sampai di kamar mereka. Shofiya yang baru membuka pejaman matanya, pura-pura fokus lagi dengan sebuah buku berhalaman terbuka yang sedang dipegangnya. Ia sekarang sedang duduk di karpet berbulu kamar dengan bantal di pangkuan menghadap jendela. Jendela berbahan kaca yang dibuat hanya setinggi dua puluh sentimeter jika ia berdiri—khas rumah modern—yang dengan sempurna menampilkan pemandangan kolam ikan dengan pancuran yang di seberangnya terhampar taman buatan. Kelambu-kelambu tipis berwarna putih sesekali berkibar terdera angin pagi, meski sebelumnya sudah diikat rapi di setiap sisi samping kiri-kanan bingkai jendela. Tap. Tap. Tap.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai struktur novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Tirai lama yang robek diganti dengan yang baru, tapi bentuk dan bahannya serupa: ringan, berayun lembut ketika angin masuk lewat jendela. Ia tidak mengubah struktur rumah. Tidak menambah kamar, tidak menjebol dinding. Rumah itu tetap seperti semula—rumah kecil satu lantai dengan halaman depan dan belakang—tapi kini terasa hidup lagi.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai struktur novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih

Pertanyaan-pertanyaan yang hadir di kepalanya membuat ia tak menyadari jika sudah berada di depan rumah Ambu. Hawa yang asri langsung membuatnya kembali jatuh cinta. Rumah Ambu dibangun kembali dengan cantiknya. Dindingnya terdiri dari tembok dan setengahnya dari anyaman bambu yang menegaskan bahwa rumah ini berada di pedesaan. Rumahnya sendiri kini menghadap ke arah barat dengan di depannya sebuah lahan rerumputan yang dipenuhi dengan beraneka macam tumbuhan bunga. Sementara untuk menuju ke pintu rumah yang disediakan bebatuan sebagai jalan setapak, di sebelah kanannya dibuat kolam ikan yang tidak terlalu besar tetapi juga tidak terlalu kecil. Gemericik air yang mengalir dari pancuran yang
6.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai struktur novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Lebih Dari Sekedar Pernikahan

Lebih Dari Sekedar Pernikahan

ujar Rangga bercerita. “Iya tau. Semalam aku denger, tapi aku malas keluar.” “Kirain udah tidur semalam.” “Aku kebangun karena paham suara motornya. Terus aku nguping deh, di jendela.” Ratu bisa nguping ataupun mengintip dari sana karena posisi kamar ini berada di bagian paling depan. Sedikit penjelasan tentang bangunan rumah Rangga, rumah ini memiliki struktur bangunan yang berbentuk persegi panjang dengan dua kamar yang berjejer.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai struktur novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Istri Tuan Muda Lumpuh

Istri Tuan Muda Lumpuh

Matanya berbinar kagum ketika mobil mereka memasuki sebuah gerbang yang di dalamnya terdapat rumah kaca mewah. Rumah itu hampir tidak memiliki dinding beton, semua dilapisi kaca, namun dia tidak bisa melihat isi yang ada di dalamnya. “Apakah itu dinding kaca rumah itu satu arah?” tanya Kimberly. “Ya, jika kita di dalam rumah, kita akan melihat semua yang ada di luar, namun yang di luar tidak bisa melihat yang ada di dalam untuk menjaga privasi pemiliknya. Termasuk kamar yang ada di dalamnya, sehingga kita bisa merasakan sensasi seperti tidur di bawah langit.”
1049.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai struktur novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
CEO Yang Hilang Ingatan

CEO Yang Hilang Ingatan

Satu balkon menghadap tepat ke arah kolam renang. Sebuah menara cerobong asap ada di dekat dapurnya. Sederhana, agar asap saat memasak langsung terarah keluar rumah. Jendela kaca berukuran besar ada di tiap sudut, membuat pencahayaan rumah lebih terang. "Ini rumah kita, Ali?" Wulan berbalik dan bertanya padaku. Aku mengangguk dan tersenyum menjawab pertanyaan istriku itu, "Ayo, kita masuk dan melihat-lihat."
1033.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai struktur novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

Tidak ada bekas lubang. Hanya tanah yang tampak lebih gelap dari biasanya. Rangga berdiri di depan rumah itu sejak subuh. Ia tidak tahu kenapa kakinya membawanya ke sana lagi. Mungkin karena ada bagian dari dirinya yang masih tertinggal di malam itu—bagian yang tidak akan pernah kembali utuh. Pintu rumah kepala desa terbuka. Kosong. Perabotan di dalamnya rapi, terlalu rapi. Tidak ada foto keluarga. Tidak ada dokumen. Tidak ada pakaian. Seolah-olah rumah itu tidak pernah benar-benar dihuni.
615 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai struktur novel rumah kaca
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status