Istri yang Tak Diinginkan
Dindingnya yang terbuat dari bebatuan yang disusun rapi, mengingatkan Kimberly akan rumah-rumah yang ia lihat sewaktu di Andorra.
Hanya saja, rumah di hadapannya itu dikombinasikan dengan dinding kaca, terlihat semi modern. Sedangkan di belakang rumah itu banyak pohon yang tingginya lebih dari atap rumah tersebut, membuat rumah itu terasa sejuk seperti bukan sedang berada di ibukota.
“Rumah siapa ini?” gumam Kimberly, menatap Malik dengan bingung.
Malik tersenyum. “Rumah kita,” jawabnya, lalu menggenggam tangan Kimberly dan mengajaknya turun.