Suami Pelarian
Ia membalas dengan senyuman lebar pengusir segala kegalauan.
"Mama belum tua, tau. Belum lansia. Percaya, deh. Nanti Mama nggak cuma punya seorang cucu, Mama akan punya banyak cucu, dan melihat cucu-cucu Mama merangkak, berjalan, bicara, masuk sekolah, hingga dewasa. Mamaku ini akan jadi oma paling cantik, paling penyayang, dan paling bahagia di dunia," tandas suamiku dengan senyum penuh rasa sayang kepada sang ibu, hingga mertuaku makin tersipu-sipu.
Sekali lagi aku dibuat takjub oleh Yudistira, sekaligus merasa bersyukur telah menikah dengannya. Dia adalah suami yang sangat berharga, nilainya melebihi semua harta yang ada di dunia ini.
Hot Chapters