GAIRAH YANG TERTAHAN
ucap suamiku yang malah membela dan mewajarkan apa yang Ibu perbuat padaku.
"Aku nggak ngerti sama jalan pikiran kamu, Mas. Kamu dari tadi diam saja nggak ngebela aku sama sekali. Padahal pas kita lagi berdua seperti ini, kamu percaya sama aku. Kenapa sih, Mas? Kenapa kamu selalu kaya gini? Kenapa kamu begitu takut sama Ibu dan selalu ngorbanin perasaan aku? Padahal aku sudah ngalah, kamu selalu antar Ibu ke mana-mana walaupun kamu pulang kerja sore. Sedangkan aku? Aku belanja ke supermarket saja sendirian, nelepon kamu berkali-kali pun kamu nggak ada respon. Dan ujung-ujungnya seperti ini? Kamu emang pria baik, anak yang penurut sama orang tua, penyayang Ibu, tapi kamu keterlaluan dan jahat
Hot Chapters