Aku Istri yang Tidak Dianggap
suara Mas Essa, di tengah – tengah deru angin dan suara knalpot sepeda motor, yang kami naiki.
“Tidak, hanya sedang mengagumi pemandangan indah ini, sama lagi bersyukur, bisa menikmati indah alam ini, bersama suami yang aku cintai dan juga mencintai aku,” sahutku agak keras, agar tidak kalah dengan suara deru kendaraan.
“Kamu lagi gombalin aku ya, Zah?”
“Aku serius, Mas, terima kasih sudah memilih aku jadi istri kamu,” kataku lagi, seraya mengencangkan pelukanku, dan bersandar di punggungnya.
Hot Chapters