Ketulusanku Dibalas Pengkhianatan
Entah sejak kapan, tiba-tiba sudah ada di depanku, mungkin karena aku terlalu fokus memilih sayur, jadi tidak memperhatikan siapa-siapa saja datang.
Aku hanya tersenyum tipis, tak menanggapi pertanyaannya.
"Eh tapi Mbak Sintya pinter lho! Suaminya selingkuh dia meminta cerai, tapi sebelum cerai kuras dulu semua hartanya. Keren."
Melihat aku tak menanggapi bukanya diam, malah nyerocos lagi.
"Bik, Jum! Masih pagi, jangan mulai gosip deh!" tukas Mbak Yanti di sampingku yang juga sedang memilih sayur. Bik Jum mencebik.
Hot Chapters