Legenda Pendekar Biru
Pujangga bau bangkai di kamarlintang kemukus dini hariulat kecil di kasur
Sifat itu persis sekali seperti Galuh, mereka berdua sudah beberapa kali mempermainkan kematian demi sesuatu yang penting.
“Aku tahu, aku dan ayahku memang bodoh! Namun berkat kebodohan itu pula-lah kami bisa menjadi lebih kuat. Aku sempat hampir ragu oleh apa yang anda ungkapkan. Timbul di dalam pikiranku berbagai pertimbangan. Tetapi aku kembali tersadar, terkadang terlalu mempertimbangkan hal yang belum terjadi justru akan menyeretku pada kegagalan. Kematian adalah sesuatu yang sakral, setiap mahluk bernyawa akan mengalaminya. Namun dimana dan bagaimana cara dia mati, semua tidak ada yang tahu. Untuk itulah, aku lebih memilih mati dalam berjuang dari pada harus mati dalam penyesalan,” ung
人気のチャプター