Dimanja Nyonya Dan Nona Muda
"Iya, Ki, santai aja kali. Kita bayar normal aja, gak usah repot-repot."
Kiki justru tertawa lepas melihat kepanikan kedua temannya itu, lalu melipat kedua tangan di dada dengan santai. "Tenang aja kali, gak bakal ada yang nombokin. Ini anggap aja sambutan resmi dari gua buat teman lama, sekalian gua mau kenalin kafe gua ini ke kalian."
Sinta melongo sesaat, sebelum akhirnya menunjuk Kiki dengan wajah tidak percaya. "Hah? Kafe kamu? Jadi ini kafe punya kamu sendiri, Ki?"