Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Raina

Raina

Aku mengangguk, membenahi bajuku sebelum turun dan kembali duduk di sebelah Raka. “Ibu Raina sering mual muntah?” “Hampir setiap pagi, Dok.” Dokter Anna membuka buku KIA––Kesehatan Ibu dan Anak. Ia mencatat sesuatu di sana. “Bu, kita ukur tinggi badan, berat badan, sama lingkar lengan atas dulu. Wina, tolong dibantu ya.” Aku melakukan prosedur yang diminta dokter Anna dengan bantuan suster Wina. Sementara doker Anna mengisikan data dari suster Wina ke dalam buku KIA. Sehabis itu tes HB, dan golongan darah.
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai sue
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

kata Speranza tanpa ekspresi. Xaviera menyentuh bahu Speranza dengan lembut. "Flavia, kenapa kamu selalu melakukan apa yang kamu inginkan? Mengapa kamu tidak pernah memikirkan orang lain?" tanya Xaviera dengan lembut. Speranza tersenyum miring. "Kau ingin tahu jawabannya?" tanya Speranza yang diangguki oleh Xaviera. "KARENA AKU ADALAH SEORANG PSIKOPAT!!"
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai sue
Baca
+Pustaka
LUKA

LUKA

"AYAAAHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!" ****
87.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai sue
Baca
+Pustaka
Elena

Elena

Makin penasaran😊 Lanjut next chapter ya🙋
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai sue
Baca
+Pustaka
Air Susuku, Harga Kebangkrutan Suamiku

Air Susuku, Harga Kebangkrutan Suamiku

Vivian ingin sekali menolak, tapi ia terlihat kesulitan karena Bayu menariknya cukup keras dan membuat langkanya ikut cepat. Hingga akhirnya langkah Bayu berhenti begitu juga dengan Vivian, mereka di ruang keluarga terlihat seorang wanita paruh baya duduk disana. Wanita itu menatapnya dengan serius, jelas menilai Vivian. "Kamu yang nolong saya waktu itukan?" tanya wanita itu. Vivian pun mulai mengingatnya, "Tante Susan," kata Vivian yang juga mengingatnya.
1020.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 421 kali sebagai sue
Baca
+Pustaka
SANTET

SANTET

Suek ni anak, nggak semudah itu mengucap cinta. "Jadi kamu terima?" "Kamu itu baik, ganteng, banyak duit Ga. Siapa yang bisa nolak," kata Erna dengan entengnya. Sebenarnya bukan itu alasan Erna. Raga memang baik, bahkan di saat Nining pertama kali berlarian di jalan tanpa memakai baju, hanya Raga yang tak mengambil vidionya. Saat Nining memakan ayamnya, dia melindungi Nining. Raga berhati lembut, kaya itu bonus.
9.27.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai sue
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status