Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tanpa Restu

Tanpa Restu

Bang Imi lalu merangkul pundakku dan berkata " Sudah lebih baik kamu bersamaku, kita bersenang-senang juga " " Maksud abang apa!? " Aku berusaha melepaskan tangannya dari pundakku, aku sangat tidak suka jika orang lain seenaknya menyentuhku apalagi merangkulku. Semakin aku ingin melepaskan tangannya, semakin ia memper erat rangkulannya. Aku merasa jijik dibuatnya. " Bang lepas! "
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai sugih tanpo bondo lirik
Baca
+Pustaka
AH! BRONDONGKU SAYANG

AH! BRONDONGKU SAYANG

Lima tahun menikah, Alia terjebak dalam rumah tangga yang terasa seperti penjara—suami yang dingin, kata-kata yang menyakitkan, dan mertua yang menuntut cucu seolah hidup Alia hanya berharga jika ia bisa memberi keturunan. Hingga suatu malam sebuah kecelakaan kecil mempertemukannya dengan Arhan, seorang mahasiswa yang tanpa sengaja melihat bagaimana suami Alia merendahkan harga dirinya di depan umum meski berbisik. “Udah mandul, masih nyusahin.” Satu kalimat itu mengubah segalanya. Bukan hanya bagi Alia-tapi juga bagi Arhan Ketika perhatian kecil berubah menjadi kedekatan, dan kedekatan berubah menjadi kebutuhan… muncul fakta yang selama ini dikubur: Alia bukanlah pihak yang mandul. Raha
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai sugih tanpo bondo lirik
Baca
+Pustaka
Jangan Membenci Cinta

Jangan Membenci Cinta

Have I ever told you Pernahkah aku memberitahumu I want you to the bone Aku menginginkanmu Have I ever called you Pernahkah aku memanggilmu When you are all alone Ketika kau sendirian And if I ever forget Dan jika aku lupa To tell you how I feel Memberitahumu bagaimana perasaanku Listen to me now, babe Dengarkan aku, sayang I want you to the bone Aku menginginkanmu I want you to the bone Aku menginginkanmu I want you to the bone Aku menginginkanmu Maybe if you can see Mungkin jika kau bisa lihat What I feel through my bone Apa yang kurasakan Akbi menjauhkan wajahnya demi bisa menatap wajah Bee. Kedua tangannya merangkum wajah mungil itu untuk menghapus air mata bahagia.
1054.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai sugih tanpo bondo lirik
Baca
+Pustaka
LORO

LORO

Lir ilir, lir ilir Tandure wis sumilir Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore Mumpung padhang rembulane Mumpung jembar kalangane
104.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai sugih tanpo bondo lirik
Baca
+Pustaka
Istri Tangguh Tuan Angkuh

Istri Tangguh Tuan Angkuh

Benar-benar tidak ingin menumpang bersama Kiara. * Sedangkan Kiara masih saja berusaha untuk melepaskan dirinya. Sialnya begitu sulit. "Tunggu dulu, kecuali kamu baca tulisan itu!" Chandra pun menunjuk ke arah luar dan ada tulisan di baju seseorang. Kiara pun melihatnya dan membacanya, "I love you," pekik Kiara. "I love you to," balas Chandra. "Dasar gila!" Kiara pun menggigit tangan Chandra karena terlalu kesal.
10114.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai sugih tanpo bondo lirik
Baca
+Pustaka
Panglima Kalamantra

Panglima Kalamantra

Dia angkat wajahnya dan menatap tajam pada para musuh di depan yang masih tersisa. “Aku adalah Silver, Panglima Perang Bondowoso dari tanah Jawa Dwipa!” Sepasang mata pemuda itu menyorot merah tajam. Rion yang sedang melaju dengan singanya di sebuah desa tiba-tiba tersentak. Dia meminta sang singa berhenti. Mereka berjalan di jalan setapak desa yang lengang dan sempit. Jantungnya berdegup sangat kencang. Pemuda itu merasa sesak dan kesakitan tiba-tiba.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai sugih tanpo bondo lirik
Baca
+Pustaka
Tentara Tampan Itu Suamiku

Tentara Tampan Itu Suamiku

Sontak para warga dan relawan memberikan tepuk tangan untuk Dokter tampan itu. Kanaya yang tadi tengah memperhatikan Rey pun ikut memberikan tepuk tangan kepada Fahmi. Fahmi mulai membuka suara, pandangannya terus tertuju kepada Kanaya yang sedang memainkan ponselnya. "Satu buah lagu milik Budi Doremi dengan judul Melukis Senja, semoga kamu suka dengan lagu ini," ucap Fahmi lagi, dan meminta Anggota militer memetikan gitar untuknya.
9.9148.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai sugih tanpo bondo lirik
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Duda

Cinta Sang Duda

Kanaya paling anti yang namanya curhat di sosial media. Ruang kedap suara yang sangat menyenangkan sekali. Lalu lampu berkedip-kedip dengan cepat yang menandakan kalau ada yang memencet kode dari luar. Kanaya berhenti bernyanyi waktu itu untuk keluar dari ruangan tersebut. Begitu dia keluar melihat orang yang memencet tombol itu. Kanaya melihat suaminya. "Lo udah pulang?" Athalla mengiyakan. "Kamu sudah makan?"
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai sugih tanpo bondo lirik
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi Ja ngaya nggembol lali Syair yang memuat point randa atau janda itu dirasa Sarni Trilili nyenges dirinya. Ada rasa sir di hatinya. Sakit, agak sakit. “Kita pulang, Rip.” “Sebentar, Mbakyu. Biar mereka makan kaca dulu.” “Lho, ini bukan jaran kepang atau jathilan.” Surip Sasawati ngeyel, “Tapi di desa ‘be’ tadi siang mereka ngremus kaca, kok.”
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai sugih tanpo bondo lirik
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Sebuah anggukan kecil teruntai dari Bondowoso, sebuah tanda terima kasih yang tak terucapkan, namun jelas maknanya di antara keduanya. Bondowoso menurunkan pandangannya kembali ke arah Laturana, yang kini merintih kesakitan. “Apa yang kau lakukan, Laturana?” tanya Bondowoso dengan suara yang tenang namun penuh intimidasi, sebuah ketenangan yang jauh lebih mematikan dibandingkan kemarahan membara. “Musuh kita yang nyata dan jelas ada di depan mata, bertarung di hadapan kita, tapi mengapa senjatamu justru mengarah ke punggung komandanmu sendiri? Mengapa kau begitu bernafsu menusuk saudaramu sendiri? Jawab aku!”
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai sugih tanpo bondo lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status