Di Ujung Senja
sindir Redita sarkas, entah mengapa rasa sungkannya pada sosok itu hilang seketika, ia sudah benar-benar dibakar perasaan cemburu.
Tampak sosok itu mendengus kesal, “Please, pulanglah dulu. Kita bicarakan sama-sama, Sayang.”
“Aku belum mau pulang!” tukas Redita tegas.
“Baik, akan saya tunggu sampai kamu pulang. Magrib belum sampai sini, jangan salahkan saya kalau saya kesana dan seret kamu pulang, mengerti?” ancam sosok itu yang makin membuat Redita kesal setengah mati.