TEMAN WANITA AYAHKU
Satu notifikasi masuk di akun W******p-ku.
Husna : Mas, tolong segera pulang. Ibu sakit dan selalu nyariin kamu. Sakitnya makin parah.
Aku terdiam. Dunia seperti berhenti sejenak. Jemariku kaku, tak sanggup mengetik balasan. Pesan singkat itu seperti palu godam yang menghantam dadaku berkali-kali. Ibu, perempuan tua yang dulu kutinggalkan tanpa salam, tanpa pamit yang layak, tanpa pelukan terakhir. Aku sibuk mengejar ego dan urusan perempuan di kota, lupa bahwa di kampung ada seseorang yang pertama kali mengajariku cinta tanpa syarat.