Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Suamiku yang dari Desa Ternyata Kaya Raya

Suamiku yang dari Desa Ternyata Kaya Raya

Mas Umair pun mengajakku untuk duduk lebih dulu sebelum kami membacanya. Dengan tangan bergetar secara perlahan aku membuka kertas tersebut dan mulai membacanya. Ternyata ini adalah surat dari mama yang ia tujukan padaku dan suamiku. Dengan bantuan suster Mita yang menulisnya, mama menyampaikan pesan padaku dan mas Umair bahwa ia sangat terima kasih atas segala kebaikan dan ketulusan kami selama merawat dirinya. Ia memintaku dan mas Umair memaafkan segala kesalahan-kesalahannya dulu. Memaafkan dirinya yang masih saja merepotkannya dimasa tuanya sekarang.
9.573.0K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as surat untuk orang tua
Read
+Library
Senior Gokil

Senior Gokil

Saat itu orang yang bisa dibilang seperti keluarga itu memberikan sebuah surat berisikan informasi tentang perusahaan. Dan disaat itu juga ayah dan ibunya ini mendapat kabar saat semua orang tua mereka meninggal akibat kecelakaan saat bertamasya atau berlibur untuk menikmati hari tuanya. Bukan mendapatkan kabar baik untuk didengar, justru harus sedih dan kecewa akibat pesan yang baru saja disampaikan itu.
9.83.3K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as surat untuk orang tua
Read
+Library
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Pak Kepala Sekolah mengambilnya, membacanya sekilas, lalu menyerahkannya padaku. "Thomas, ini surat untuk orang tuamu. Berikan kepada mereka, dan kami tunggu di sekolah sekarang juga," ucapnya dengan nada dingin. Aku memandangi surat itu. Tangan gemetar, airmata mulai menggenang di pelupuk mataku. Isi surat tersebut sangat jelas—sebuah undangan khusus yang meminta kehadiran orang tuaku untuk membahas "masalah penting" secepatnya.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as surat untuk orang tua
Read
+Library
Penguasa hati

Penguasa hati

*** 16 Tahun yang Lalu Mahesa memandangi sebuah surat bertuliskan, “Kepada Orang tua Mahesa, di Tempat.” Matanya memandang kosong, wajahnya tanpa ekspresi apa pun. Bu Lena, guru wali kelasnya membungkukkan badan. “Jangan lupa berikan pada Papamu, ya.” Ia memberi pesan. Mahesa tidak memberikan respons apa pun, mengangguk tidak, sedih tidak, marah apalagi. Bu Lena hanya mengela napas pelan.
103.8K viewsCompletedAdded to Library 90 Times as surat untuk orang tua
Read
+Library
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

“Dari mana kamu tau?” “Dari surat ibu. Sebelum meninggal, ibu memberikan surat itu padaku, untuk kubaca saat aku berumur tujuh belas tahun. Tapi aku enggak pernah membacanya. Kata ibu surat itu tentang ayahku. Kupikir itu Om, jadi aku enggak mau membacanya. Tapi, setelah aku melihat om sekeluarga enggak ada yang alergi rumput laut, dan setelah aku bertemu dengan teman panti asuhan ibu, aku merasa ada yang aneh. Aku membaca surat itu dua hari sebelum kecelakaan. Kalau saja aku membaca surat itu lebih cepat, bahkan sebelum aku tujuh belas tahun, mungkin enggak akan seperti ini. Maafin aku!” “Kamu enggak salah. Om yang salah karena pergi begitu saja. Kamu tetap boleh tinggal di apartemen dan ru
8.2K viewsCompletedAdded to Library 238 Times as surat untuk orang tua
Read
+Library
Pengkhianatan Hati: Terjebak Jeratan Cinta Terlarang

Pengkhianatan Hati: Terjebak Jeratan Cinta Terlarang

Ponsel orang tuanya tidak tersambung dengannya, membuatnya cemas dan khawatir. “Tenanglah ...! Mereka pasti baik-baik saja. Itu hanya kendala sinyal saja. Lebih baik kamu mengirim pesan pada mereka dan memberitahukan keadaanmu di sini sehingga mereka tidak mengkhawatirakanmu,” saran Spencer. Queen mengikuti apa yang Spencer katakan dan mulai mengetik pesan untuk Papa dan Mamanya. Berharap jika nanti ada sinyal, pesannya akan diterima oleh orang tuanya.
103.6K viewsCompletedAdded to Library 108 Times as surat untuk orang tua
Read
+Library
Cinta Satu Malam Tanpa Komitmen

Cinta Satu Malam Tanpa Komitmen

Risko langsung menandatangani surat yang di sodorkan oleh petugas itu. “Tolong lakukan yang terbaik untuk orangtua saya..”
2.7K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as surat untuk orang tua
Read
+Library
Aku Mundur Kau Hancur, Bang!

Aku Mundur Kau Hancur, Bang!

“Pak Alva! Tolong jangan salah paham! Ibu Anda sedang sakit! Dia butuh Anda, Pak! Tolong hibur dia selagi Bapak masih di Medan ini. Bapak enggak tahu, kan, rasanya tidak punya Ibu itu seperti apa? Aku, Pak. Aku tak punya Ibu, tak juga punya Ayah. Aku dan Bang Arfan hidup sebatang kara. Bapak tahu rasanya seperti apa? Sakit, Pak. Sedih, pilu, sesak. Berjuta kalipun aku panggil dia di pusaranya, sekalipun tak pernah lagi ada sahutannya. Saya mohon, hormati dan sayangilah orang tua Bapak. Selagi mereka masih ada. Agar Bapak tidak mengalami, sakitnya kerinduan pada orang tua yang telah tiada seperti saya.” “El!” “Tolong jangan dibantah! Saya sangat mencintai Bapak. Saya juga sangat merindukan B
10146.1K viewsCompletedAdded to Library 5.8K Times as surat untuk orang tua
Read
+Library
Noda Dalam Luka

Noda Dalam Luka

jawab adik bungsu dengan panjang lebar. "Baiklah. Semoga kelak cita-citamu tercapai dan bisa menjadi orang sukses. Mba Ayuk cuma bisa ngasih doa untukmu," jawab Mba Ayuk, yang diikuti dengan kata "Amin" oleh kami semua. "Jadi inti sarinya rumah orang tua tidak ada yang menempati kelak, jika orang tua sudah tiada," ujar Mba Ayu, yang kemudian berhenti berucap untuk meminum air putih hangat yang sudah mulai dingin.
108.4K viewsOngoingAdded to Library 269 Times as surat untuk orang tua
Read
+Library
Home

Home

Mereka saling melengkapi kekurangan masing-masing. Aku berlari masuk ke kamar untuk mengambil surat dari pihak sekolah. Besok ada perwalian dan setiap orang tua harus hadir. Aku memberikannya pada Mama. Mama menatapku lekat lalu memelukku erat. "Ini surat apa? Dari sekolah?" Mama menepuk-nepuk punggungku lembut. "Mama kangen banget, padahal baru tiga hari nggak ketemu sama Anye."
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 273 Times as surat untuk orang tua
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status