Suamiku Jadul
"Sini dengarkan nasehat ayah lagi, Butet, jangan menjadikan manusia itu jadi idola, jangan, biarpun dia ustadz...."
"Kecuali ayahmu, Tet, cuma ayahmu yang bisa kau idolakan, cowok jangan," mamak malah memotong pembicaraan ayah.
Malam itu aku dapat pesan wa dari Bang Sandy. Saat itu aku lagi duduk-duduk di teras rumah.
"Tet, maaf ya," begitu pesan Bang Sandy.
"Ya, gak apa-apa,"
"Tet, tapi aku serius dengan lamaran itu, duniaku tersisa lebih terang bersamamu, Hidupku terasa lebih berharga bersamamu," pesan Bang Sandy lagi.
Hot Chapters