Diantara Dua Tasbih
Ia tahu, dalam kondisi lemah seperti ini, jiwa Lily membutuhkan ketenangan lebih dari sekadar materi.
Selama berjam-jam, Rofiq duduk di sana. Di bawah temaram lampu ruangan, ia mulai melantunkan Surah Yasin dan Ar-Rahman dengan suara yang sangat lirih, hampir seperti bisikan angin di sela-sela daun jati. Ia tidak hanya membaca, ia seolah-olah mengalirkan doa ke setiap sudut ruangan. Ia ingin getaran suaranya menjadi obat bagi jantung Lily yang sedang kelelahan melawan rasa sakitnya sendiri.