Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda
Nola, maafkan aku, sepertinya memang hanya sampai di sinilah takdir kita, lirihku pasrah dalam hati.
Seraya mengambil tempat duduk di belakangku, orang tua ini berkata, "Tolong nanti jangan terlalu laju ya, aku orangnya jantungan. Apalagi, manusia renta yang semakin dekat akhir dari perjalanannya seperti aku ini, kira-kira, jantung hingga nyalinya masih sekuat apa, sih?"
Aku tercenung hingga beberapa saat lamanya. Siapa sebenarnya orang tua ini? Kenapa tatanan kata-katanya sangat kontras dengan penampilannya? Dan, andai boleh pura-pura saja tidak mendengar apa pun juga.