KERUMUNAN ADALAH NERAKA
"Atau kita buat kapal sendiri."
Mudra tersenyum tipis. "Atau, kita kendalikan arusnya."
"Kita lihat siapa yang lebih siap—kita atau kerumunan yang menunggu di sana."
***
Kereta api yang membawa Mudra, Vanua, Sari, dan Ki Rajendra meluncur cepat di atas rel, mendekati jantung kota Surabaya. Dari balik jendela, mereka menyaksikan bagaimana kota ini berbeda dari Depok. Surabaya, dengan pelabuhan dan pasar-pasarnya yang ramai, adalah medan yang jauh lebih luas dan kompleks. Jika Depok adalah gerbang menuju dunia urban, maka Surabaya adalah pusat pusaran di mana segala bentuk kerumunan berkumpul dan bertarung demi ruang dan pengaruh.
Bab Populer