Jebakan Manis
"Haha, mungkin label 'pereda mabuk' itu cuma taktik dagang saja. Nggak apa-apa, sebentar lagi sampai rumah, tahan sedikit ya."
Dalam ingatanku, itulah kalimat terakhir yang kudengar darinya. Setelah itu, aku benar-benar kehilangan kesadaran. Aku bahkan tidak tahu bagaimana aku sampai di rumah, naik ke lantai atas, hingga membuka pintu.
Tengah malam, aku bermimpi.
Aku kembali ke kereta bawah tanah itu. Liam mengimpitku, dengan liar mempermainkan area sensitifku dan meremas dadaku.
Hot Chapters