PERMAISURI YIN
tanyanya pada pangeran yang masih termenung.
“Pembuatan gula sangat susah, hanya sesekali adanya, lebih baik kau minum teh saja untuk menenangkan kepalamu.” Dari bibir Pangeran Kedua keluar asap tipis. Angin malam mulai bertiup sampai menusuk tulang.
“Di masa depan gula termasuk komoditi yang jual belinya menguntungkan.” Usai menyantap beberapa kue, Su Yin beralih pada makanan berat di depan matanya.