Gairah Liar Perselingkuhan
Aku menarik kakinya yang atas ke arah dadaku, membuka akses ke liang kenikmatannya.
Aku memasukkan kejantananku lagi, perlahan dan dalam. Siti mendesah, tubuhnya menggigil keenakan. Aku mulai menggerakkan pinggulku, ritmenya lambat dan menggoda. Tanganku mengusap perutnya, naik ke payudaranya, lalu turun ke klitorisnya. Aku memijatnya pelan dengan ibu jariku, sementara kejantananku terus menusuk dalam.
Siti mendesah tanpa henti. Gerakan lambat ini, sentuhan ganda, dan kedalaman yang intens, membuatnya kembali melayang. “Ahhh… Tuan… ini… ini beda… Siti enakkkk…”