Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PEREMPUAN MILIK MORETTI

PEREMPUAN MILIK MORETTI

Satu keputusan jatuh. Disusul keputusan berikutnya. Buyer dibayar. Media dibiarkan. Kontrak yang ingin pergi tidak ditahan. Laporan demi laporan habis dibahas. Tak ada nama yang disebut. Tak ada target. Tak ada perintah untuk membalas. Kepala distribusi menurunkan tabletnya. "Rumor terus berkembang." Adriano menutup map terakhir. Sudut-sudut kertas kembali sejajar sempurna.
935 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai tahap keputusan pembelian
Baca
+Pustaka
Diabaikan Keluarga, Diratukan CEO Misterius

Diabaikan Keluarga, Diratukan CEO Misterius

Sorot matanya melucuti setiap detail ruang di sekitarnya. "Saya telah menyakini, keputusan itu tidak diambil secara impulsif," jawab gadis itu, tenang. Dia segera menuntaskan, "Akuisisi Serenity bukan tentang tren pasar saat ini. Itu adalah tentang penguasaan rantai distribusi dalam tiga tahun ke depan." Beberapa peserta rapat mulai celingukan. Mereka saling pandang dengan ekspresi serba tanggung. Tak ada yang sepenuhnya menunjukkan ekspresi kagum atau iri di wajahnya.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai tahap keputusan pembelian
Baca
+Pustaka
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Bukan arah yang paling menguntungkan, melainkan yang paling selaras. Menjelang malam, Aira membuat keputusan sementara—bukan penolakan, bukan penerimaan penuh. Ia mengajukan batas. Ia menyatakan ketertarikan sekaligus kebutuhan untuk menyesuaikan bentuk keterlibatan. Keputusan ini terasa berani, bukan karena menantang dunia, tetapi karena ia tidak mengabaikan dirinya.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai tahap keputusan pembelian
Baca
+Pustaka
Jatah Bulanan Ibu Mertuaku

Jatah Bulanan Ibu Mertuaku

Namun aku tidak boleh serakah, untuk mendapatkan yang baru kita harus melepaskan yang lama. Sepasang pengantin yang masih terbilang baru nampak suka dengan rumah kami, setelah mereka berdiskusi kecil akhirnya mereka memutuskan membeli rumah kami. Akhirnya. Kami terima beres karena mereka memutuskan untuk memakai notaris yang mereka pilih. "Sekar? Nengok rumah?" sapa Bu Midah yang kebetulan melihatku dan Mas Pamuji. "Iya, Bu, alhamdulillah udah laku," jawabku padanya setengah berteriak, mengingat Bu Midah hanya menyapa kami dari jalan raya dan aku sedang di teras.
75.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai tahap keputusan pembelian
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

Aku menghela napas berkali-kali, otakku berpikir memilih kalimat apa yang harus aku ucapkan agar Mega tak tersinggung. “Ada baiknya kita pikirkan dulu, Meg. Beli rumah itu beda dengan beli cabai di pasar. Enggak bisa kita lihat-lihat, lalu langsung kita putuskan untuk membeli. Kita harus klik.” “Mega klik kok, Ma. Rumah ini deket dengan hotel, dengan Lolita juga enggak terlalu jauh.” “Tapi Mama belum klik, Meg.” Wajah Mega berubah seketika. Namun, aku merasa keputusanku sudah benar. Tidak mungkin membeli rumah ini jika aku merasa tidak memiliki feeling yang kuat terhadapnya.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai tahap keputusan pembelian
Baca
+Pustaka
Perjalanan Patah Hati

Perjalanan Patah Hati

“Itu juga disebut nggak siap namanya.” “Keputusan baru bisa dikatakan tepat kalau kita udah sampai di akhir, Ra. Ketika kita sadar kalau keputusan itu membawa dampak baik ke hidup kita. Itupun harus diiringi sama rencana yang matang juga," kata Gavin lagi. “Kalau ternyata keputusan gue ini akhirnya buruk?” “That's why we're here.” Sal mengusap kepala Raya. “Supaya lo nggak ngerasain buruk-buruknya sendirian.”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai tahap keputusan pembelian
Baca
+Pustaka
Dokter, Sentuh Aku Lagi

Dokter, Sentuh Aku Lagi

Setelah mereka menentukan model dan warna, proses administrasi pun dimulai. Petugas membawa map berisi formulir pembelian, daftar spesifikasi, dan berkas pengesahan nama pemilik. Arion menandatangani beberapa dokumen, tapi wajahnya tampak semakin stres tiap kali mendengar bunyi kalkulator petugas. “Pembayaran mau tunai, transfer, atau kredit, Pak?” tanya petugas ramah.
1022.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 461 kali sebagai tahap keputusan pembelian
Baca
+Pustaka
Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin

Terpaksa Jadi Istri CEO Dingin

Ia tahu satu hal dengan jelas: permainan ini tidak akan ditentukan oleh siapa yang paling keras bersuara, melainkan oleh siapa yang paling konsisten membangun nilai ketika yang lain sibuk berspekulasi. Di luar, kota tetap bergerak tanpa tahu bahwa di salah satu lantai tinggi, keputusan-keputusan sunyi sedang menentukan apakah sebuah perusahaan akan tetap berdiri sebagai pemain—atau menjadi angka di laporan akuisisi. Seeyana menutup laptopnya perlahan. Jika ada yang ingin membeli kendali, mereka memang harus membayar mahal. Bukan hanya dengan uang. Tapi dengan kesabaran, keberanian, dan risiko yang mungkin tidak semua orang siap tanggung.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai tahap keputusan pembelian
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Balas Dendam Sang Pendamping Setia

"Phase 2: Establish strategic partnerships dengan competitors. Timeline: 4 bulan." "Phase 3: Leverage media dan public perception untuk create doubts tentang GalanCorp's stability. Timeline: 2 bulan." "Phase 4..." Nayla berhenti menulis dan menatap nama Galan di tengah diagram. "Acquisition offer yang he can't refuse." Elena memperhatikan timeline itu dengan mix of admiration dan concern. "Itu sangat... comprehensive plan, Bu. Tapi apa yang terjadi setelah Phase 4? Maksud saya, setelah kita acquire GalanCorp?"
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai tahap keputusan pembelian
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status