Ujung Senja
Aku menghela napas berkali-kali, otakku berpikir memilih kalimat apa yang harus aku ucapkan agar Mega tak tersinggung.
“Ada baiknya kita pikirkan dulu, Meg. Beli rumah itu beda dengan beli cabai di pasar. Enggak bisa kita lihat-lihat, lalu langsung kita putuskan untuk membeli. Kita harus klik.”
“Mega klik kok, Ma. Rumah ini deket dengan hotel, dengan Lolita juga enggak terlalu jauh.”
“Tapi Mama belum klik, Meg.”
Wajah Mega berubah seketika. Namun, aku merasa keputusanku sudah benar. Tidak mungkin membeli rumah ini jika aku merasa tidak memiliki feeling yang kuat terhadapnya.
Bab Populer