BERCINTA DENGAN HANTU
Kebaikan yang mencelakakan, Ninik tidak sadar membawa Api dalam Rumah Rangganya.
Haripun berlalu, Pagi itu diiringi kicauan burung-burung yang bersahut-sahutan, rasanya pagi hari begitu terasa penuh semangat, maklum tetangga sebelah hobi piara burung, bermacam-macam pula, kalau di kota seperti ini jangan harap suara burung liar, palingan burung gereja yang berseliweran di atas genting,
Seperti biasa Ninik menyiapkan Sarapan untuk Suaminya, dia dengan lincah mengiris-iris bumbu-bumbu, Memasukkan bumbu-bumbu ke wajan saat minyak sudah panas,