Cinta yang Tak Bisa Kembali
Jawabannya terdengar dingin dan ketus, "Sepertinya omonganku sudah cukup jelas. Kecuali dalam keadaan sangat penting, sebaiknya kita nggak usah bertemu lagi."
Saat pintu kursi penumpang depan tertutup, Revan menoleh dan melihat tatapan benci dari Zayn dan Kaeso. Dia tersenyum tipis dan berkata, "Kalau dipikir-pikir, aku malah harus berterima kasih sama kalian."
"Kalau saja waktu itu kalian nggak membuat Clarisa membulatkan tekadnya, mungkin kami nggak akan kenalan waktu menjalankan misi dan menghadapi bahaya bersama."