Dendam Sang Tumbal
Darsima memandang iba kepada gadis itu, dalam benaknya kini dia mulai menyusun rencana untuk gadis itu agar bisa memutus sumpah dendam Ningsih.
“Apa yang mau kamu lakukan? Tubuh dia gak sanggup menerima ilmu darimu, bahkan untuk menerima setengah ilmu saja sulit. Dia bukanlah tipe petarung lihatlah rangka tulangnya yang sangat rapuh itu,” kata Wunisa.
“Kita berikan yang halus saja, olah rasa olah sukma. Jangan fisik,” sahut Darsima.
“Untuk olah rasa dan olah sukma juga membutuhkan melatih fisik. Kalo kamu yakin dengan anak ini, silakan.” Wunisa meninggalkan kamar Fitri.
Hot Chapters