Mate Terlarang Sang Alpha
Morrigan tersentak dan sedikit mengernyit saat merasakan sentuhan Lunara di pipinya mendadak terasa dingin, seperti es yang menyerap panas tubuhnya, tapi sebelum ia sempat memproses rasa asing itu, hasrat posesif sebagai mate mengalahkan logikanya.
Morrigan tidak menarik diri, meskipun rasa dingin itu merayap di sepanjang tulang belakangnya dan insting serigalanya justru semakin menggila, sebuah dorongan untuk tetap mendekat meskipun api di dalam dirinya perlahan meredup. Ia tidak tahu bahwa pada saat itu, di balik kain lengan baju Lunara yang panjang, tato sulur perak mulai merambat naik, melilit pergelangan tangannya seiring dengan kekuatan Alpha-Bane yang mulai terbangun.
Sikat na Kabanata