Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tergoda! Mantanku Om-Om

Tergoda! Mantanku Om-Om

titah Abimana tak mau khilaf karena buah kembar yang padat memantul dan bergesekan, Abimana khawatir terluka. “No!” tolak Raniya mengalungkan kedua tangannya ke leher Abimana, perempuan itu tertawa. “Gimana? Aku menarik, kan? Nggak bosenin? Sama aku bakal enak banget loh!”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai tampan tak tertolong
Baca
+Pustaka
Si Tampan yang Posesif

Si Tampan yang Posesif

—Tamat Beneran— Ren : Thank you for all my readers, semoga kalian happy saat membaca tulisanku ini, ya. Dan juga bisa menikmati setiap alur cerita dari perjalanan hidup dan cinta dari pasangan bucin Kara-Diandra. Big sorry, kalau masih ada typo atau part-part yang bisa mentrigger ke hal-hal yang kurang menyenangkan. Ke depannya, semoga aku bisa kembali dengan karya-karya yang lebih fresh, lebih baik, dan lebih menyenangkan lagi. Nantikan, ya! Bye-bye~
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai tampan tak tertolong
Baca
+Pustaka
Kamu Berulah, Waspadalah!

Kamu Berulah, Waspadalah!

Tak sabar ketemu best friend. *****************************
1074.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai tampan tak tertolong
Baca
+Pustaka
Attack of Playboy

Attack of Playboy

“Kita masih anak-anak. Gak masalah jika kita banyak kekalahan.” “Gue sanggup menang!” Ujung batang itu menyentuh permukaan kulit Tama. “Ini waktunya dunia memihak gue!” “Kamu salah—” Tama mengacungkan alarm kecil, tersenyum simpul. “Tuhan senantiasa berpihak pada mereka yang berusaha hidup, tanpa menyakiti.”
7.53.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai tampan tak tertolong
Baca
+Pustaka
CEO Tampan Itu Ayah Putraku

CEO Tampan Itu Ayah Putraku

tanya Belinda untuk kesekian kalinya hingga membuat Alma menjadi jengah. "Bel, tidak bisakah kau tenang dulu sebentar saja? Mereka itu pasti baik-baik saja. Jangan sekalipun berpikir negatif karena sama saja kamu menginginkan hal itu. Dengar ya, Bel. Ananta dan Sean belum sampai di rumah karena mungkin sedang begitu macet di jalan." Alma mendecakkan lidah dan kembali melanjutkan ucapannya, "Kamu ini seperti tidak tahu bagaimana Jakarta saja."
1058.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai tampan tak tertolong
Baca
+Pustaka
Suamiku Jadul

Suamiku Jadul

Tampan juga, mirip oppa korea, tapi kulit tampak pucat, mungkin karena tidak pernah terkena sinar matahari langsung. Aku langsung mengajaknya ke dalam pesantren, Bang Ucok sempat melihat kami ketika mau naik ke lantai dua. "Tet!" kata Bang Ucok seraya menunjukku. "Permisi, Bang calon Haji, kami mau videokan acara ini," kataku seraya tersenyum. "Awas kau, ya Tet, jangan macam-macam," "Astaghfirullah, Bang calon haji, jangan souzon," kataku lagi.
9.8582.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.4K kali sebagai tampan tak tertolong
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
Kiki Sulandari
Bang Parlin & Nia,,,.becandanya bikin ngakak......... Jadi disangka ada affair antara istri majikan & supirnya......... 2 orang saudara laki laki Nia aji mumpung,...bukannya kerja,malah mau porotin uang Parlin... Nia mau melahirkan ,Parlin panik...ada mobil pribadi,malah naik becak ke rumah sakit.........
Larose
suka sama ceritanya,ttg kehidupan sehari² yg bisa diambil pelajarannya dgn segala kelebihan dan kekurangan mereka,walaupun g yakin jg didunia nyata akan ada orang sepositif keluarga ParliNia,komennya jg bikin ngakak krn terbagi menjadi 2 kubu hahaha,good job Thor buat ceritanya ......🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Bingkisan Dari Suami

Bingkisan Dari Suami

"Ibu? Ibu, Tolong ampuni Tama. Tama menyesal." Brsambung? Apa Tama masih pantas dimaafkan? Atau dia akab mendekam d penjara Lalu bagaimana kondisi Rahma? Lanjut yu!
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai tampan tak tertolong
Baca
+Pustaka
Suami Yang Kusangka Satpam Ternyata Bos Besar

Suami Yang Kusangka Satpam Ternyata Bos Besar

Tama memerintahkan pada mereka untuk menyeret paksa Doni keluar. Doni menolak dan memberontak saat kedua sekuriti itu memegang kedua lengannya. Dia masih tidak menyerah untuk memohon pada Tama. "Tuan, tolong ampuni saya. Bagaimana saya menjalani hidup jika kehilangan pekerjaan ini?" "Itu bukan urusan saya," balas Tama tajam. "Seharusnya sebelum bertindak, pikirkan dulu konsekuensinya."
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai tampan tak tertolong
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status