IZINKAN AKU MENCINTAIMU
Duduk bersisian di atas ranjang, kulihat kedua matanya kembali berkaca-kaca.
"Maafkan aku, Mas. Gara-gara aku kamu mendapatkan tamparan ummi lagi. Pasti sakit ya, Mas?" Dia mengusap pipi kiriku perlahan. Aku menggeleng pelan.
"Sakit, kan?"
"Nggak sakit."
"Pasti sakit, aku obati, ya? Atau dikompres air hangat?"
"Nggak usah, Dek. Sakit di pipi tak begitu terasa dibandingkan sakit di hati. Benar kamu mau mengobatinya?"
Capítulos Populares