AKU BUKAN SEORANG PELACUR
POMMElirik menangis dijalan pulangcerpen sepotong senja untuk pacarkubuah hatiku penyemangatkukata-kata sunset romantis
“Aku bisa memberimu tamparan yang lebih kuat di pipi.”
Mataku hampir berlari meninggalkanku ketika kudengar itu di samping wajahku, dan merasakan dengan nyata kehadiran jemarinya yang tak diundang di garis rahangku. Merangkak lamban dari bawah, hingga pada akhirnya sungguh sampai di pipiku.
“Jangan.”
Aku menggeleng, laju.