TERLAHIR KEMBALI SEBAGAI LEGENDA
"Kebetulan sekali, sementara begitu banyak orang di sini, kenapa kamu tidak menampar dirimu sembilan puluh sembilan kali, sebagai permintaan maaf terakhir kepadaku.
Sembilan puluh sembilan tamparan!
Apalagi, suruh Kosan menampar dirinya sendiri.
Penghinaan!
Ini hanyalah penghinaan besa!
Sepertinya siapa pun yang memiliki sedikit tekad dan harga diri tidak akan pernah melakukan hal seperti itu.
Ini sangat memalukan!
Pada saat ini, ekspresi Budi tiba-tiba menjadi sangat terhina.
Memukul dirinya sendiri... Bagaimana ia bisa melakukannya?
Hati Budi tiba-tiba dipenuhi duka dan amarah, tapi dia tidak berani melawan, apalagi membangkang.