Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Hamil Anak Musuhku

Aku Hamil Anak Musuhku

Bersambung, Saksikan kelanjutan ke Bab 22 — Ketegangan yang Tak Terucap Tidak ada kata-kata—hanya diam yang terasa lebih berat dari teriakan. Interaksi mereka dipenuhi ketegangan tanpa jawaban jelas.
521 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai tanda saling merindukan dalam diam
Baca
+Pustaka
Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan

Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan

​Pesan itu datang dari sebuah nomor tanpa nama, namun isinya begitu intim dan gamblang. ​"Aku merindukanmu, Dania... Sangat rindu. Kamar ini mendadak terasa sangat dingin tanpamu. Aku tidak bisa berhenti memikirkan sentuhanmu semalam." ​Dania menahan napas, dengan cepat menyambar ponsel itu dan membalikkan layarnya ke bawah. Namun, sedetik kemudian, getaran kedua kembali masuk. Kali ini, sebuah kalimat lanjutan yang jauh lebih berani dan menuntut muncul di baris baru.
10279 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai tanda saling merindukan dalam diam
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Calon Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Calon Kakak Ipar

Dia memiliki bau agak kecut dan cenderung apek. “Diam ya Kak Rindu jangan bergerak dan tetap dalam posisi seperti itu. Bukankah posisi ini sangat pas dan cocok untuk bermesraan malam ini. Jangan berteriak ya, tahan saja bila sakit. Aku tak ingin Mas Danang tahu, apalagi jikalau sampai Raja tahu.”
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai tanda saling merindukan dalam diam
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

tanya Tari sambil tersenyum. Radit hanya mengangguk tanpa menoleh, jemarinya sibuk mengetik sesuatu di layar. Tari diam. Ia mulai tahu, ini adalah ‘mode diam’ Radit yang hanya muncul pada waktu-waktu tertentu—dan ia mulai menyadari polanya. Setiap kali setelah mereka berhubungan, Radit akan berubah. Tak kasar, tak juga menjauh secara dramatis. Tapi menjadi lebih dingin. Lebih diam. Seperti seseorang yang sedang merasa jenuh dengan sesuatu yang tak bisa dijelaskan.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 423 kali sebagai tanda saling merindukan dalam diam
Baca
+Pustaka
PEMBANTU YANG DIPAKSA MENIKAHIKU ITU TERNYATA....

PEMBANTU YANG DIPAKSA MENIKAHIKU ITU TERNYATA....

Dalam diam, kesedihan itu bergema, tak perlu kata-kata untuk menyuarakan kepedihan yang mendalam. “Mbak Rindu,” panggilan itu menyadarkan dari lamunannya. Rindu yang meringkuk sambil menundukkan kepala, mengusapkan wajahnya ke lengan sebelum bertatap muka dengan Uka, orang yang tadi memanggilnya dengan lembut. Mereka berdua yang sejak tadi menunggu sebuah jemputan, tidak saling bicara. Rindu pun segan meski tidak memahami jemputan macam apa yang dimaksud oleh lelaki yang duduk di sebelahnya. Ditambah, Uka sibuk dengan ponselnya yang tampak lebih bagus darinya.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai tanda saling merindukan dalam diam
Baca
+Pustaka
Secangkir Teh Untuk Suamiku

Secangkir Teh Untuk Suamiku

Terlindung, tertahan, dan nyaris terasa tidak nyata. Rindu berdiri di dekat tempat tidur, tangannya masih sibuk membuka kancing jas yang sudah sedikit basah. Janu memperhatikannya dari tempatnya duduk, matanya tak berkedip. Seperti seorang ilmuwan mempelajari reaksi kimia yang rumit, pelan, sabar, nyaris tanpa ekspresi. Tidak terburu-buru. Tidak lapar. Tapi jelas menginginkan. "Kalau kamu ingin bicara, aku di sini," katanya lembut, tapi matanya menyiratkan hal lain. Sebuah undangan yang tak sepenuhnya tentang kata-kata.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai tanda saling merindukan dalam diam
Baca
+Pustaka
Tawanan Hasrat Raja Lingga

Tawanan Hasrat Raja Lingga

Lingga berdiri di batas cahaya. Wajahnya tidak setenang terakhir kali. Ada sesuatu yang retak di balik kendalinya—bukan kelemahan, melainkan kerinduan yang terlalu lama dipendam. Ia melangkah satu langkah maju, cukup dekat hingga Zhiya bisa melihat bayangan matanya. “Aku merindukanmu,” katanya. Tidak berputar, tidak berhias. Kata-kata itu menghantam lebih keras daripada tarikan mana pun yang pernah ia rasakan. Zhiya menahan napas. “Lingga… kau tidak seharusnya datang.”
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai tanda saling merindukan dalam diam
Baca
+Pustaka
Menantu Bayangan : Istri Simpanan Pewaris Tersembunyi

Menantu Bayangan : Istri Simpanan Pewaris Tersembunyi

Reyhan hendak bicara—namun Keinarra menatapnya sekilas memberi sinyal biarkan aku. Senyum manis Keinarra berikan untuk Nadya. Suaranya pelan, sedingin es. “Benar, Bu. Diam bisa bentuk dari kepura-puraan.” Tatapan masih terpaku pada Nadya—lurus, lembut dan menusuk. “Tapi… kadang diam juga tanda seseorang tidak perlu menjelaskan apa pun pada dunia. Karena kebenaran akan datang dengan sendiri ya bagi orang yang tulus.”
1029.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 961 kali sebagai tanda saling merindukan dalam diam
Baca
+Pustaka
Mencintai dalam Diam

Mencintai dalam Diam

Dia mengernyit sedikit, nyaris tidak terlihat, tapi tidak mengucapkan sepatah kata pun dan langsung melangkah menuju lantai atas. Tak ada sepatah pun kata sapaan dari awal hingga akhir, sikapnya dingin seperti orang asing. Hati Kania terasa pedih, tapi dia tetap tidak tahan untuk memanggilnya. "Om, makan malam ...." Sandi tidak berhenti melangkah, suaranya sangat dingin. "Sudah makan dengan Zita. Aku sudah bilang berkali-kali, kamu nggak perlu menungguku."
27.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 763 kali sebagai tanda saling merindukan dalam diam
Baca
+Pustaka
Gairah Liar Perselingkuhan

Gairah Liar Perselingkuhan

Ketegangan canggung di awal malam telah menguap, digantikan oleh keintiman yang nyaman dan percikan hasrat yang terus-menerus menyala di bawah permukaan. Setelah piring kami kosong, Serenity meletakkan piringnya di meja. Dia tidak beranjak, hanya menatapku dengan intens. Dia tidak perlu berkata apa-apa. Aku tahu apa yang dia inginkan. Aku melihatnya di matanya yang semakin gelap, di napasnya yang mulai sedikit memburu lagi.
33.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai tanda saling merindukan dalam diam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status