Talak Tiga
suara teriakan dari dalam memecah kecanggungan kami.
"Iya, iya, budhe. Tunggu sebentar," jawab Amira dengan nada setengah berteriak.
"Mas, maaf, aku harus ke dalam dulu."
Dia kemudian berbalik.
"Dek, tunggu," cegahku. Dia berhenti, namun tetap membelakangiku.
"Kalau masa iddahmu selesai, bagaimana kalau mas yang mencarikan muhalil untukmu?"
Bab Populer