Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tersesat Di Dunia Pendekar

Tersesat Di Dunia Pendekar

Namun ketika dirinya sudah berada di depan Raka, serta tombak itu hampir menyentuh dada pemuda itu, tiba-tiba waktu berhenti. "Teknik Wektu Parwa; Pemusnahan kenyataan!" Raka mengorbankan enam biji tasbih Wektu Alam yang berada di tangannya dan setengah biji tasbih yang hampir terisi penuh. Ia membiarkan dirinya hidup dengan sisa dua biji tasbih Wektu Alam saja.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai tanda waqaf saktah
Baca
+Pustaka
PETAKA STATUS WA

PETAKA STATUS WA

"Tapi Kakak yang sabar ya. Insya Allah, Allah bakal memberikan Kakak pengganti yang lebih baik. Apalagi Kakak juga cantik dan baik." Hilda tersenyum. "Aamiin ya Allah." "Assalammu alaikum," suara seorang lelaki memutuskan pembicaraan Hilda dan Yuni. "Wa alaikum salam. Eh, Papa," Hilda langsung mencium tangan Pak Wira. "Ada perlu apa Papa kemari?" tanya Hilda ingin tahu. "Ah, begini. Ternyata kata talak yang di ucapkan Rian kemarin belum sah. Apalagi kamu kan kemarin masih dalam keadaan nifas."
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 324 kali sebagai tanda waqaf saktah
Baca
+Pustaka
Kabur Saat Masa Iddah

Kabur Saat Masa Iddah

"Mulai hari ini, pakai ini. Jangan perlihatkan apa yang tidak berhak kamu perlihatkan, seperti yang tadi kamu lakukan!" Semenjak hari itu, Mira tidak pernah berani membuka tutup kepalanya lagi. Karena Tuan Ahbek akan menggundulinya lagi, hanya karena rasa cemburu yang tidak terima miliknya dilihat oleh lelaki lain. Selamat datang di Ghazalah Family! Ini ceritanya rate 21+ ya Kekerasan, pelecehan, ngini, ngono, nganu, semuanya ada di sini:D
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai tanda waqaf saktah
Baca
+Pustaka
TAKHTA BAYANGAN

TAKHTA BAYANGAN

“Tunggu... Ini seperti markas rahasia militer lama. Tapi... kenapa chipset-mu menunjukkannya?” “Karena ini bukan hanya markas militer,” jawab Dante, suaranya mulai penuh ketegangan. “Ini adalah tempat di mana teknologi Penjaga pertama kali diciptakan. Jika Leonhardt selamat dari ledakan tadi, dia pasti menuju ke sana.” Clara mendongak, wajahnya berubah kaget. “Tidak mungkin. Markas itu sudah dihancurkan bertahun-tahun lalu.”
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai tanda waqaf saktah
Baca
+Pustaka
Langkah Dewi : Warisan Rahasia

Langkah Dewi : Warisan Rahasia

“Kau tahu tentang itu?” “Tentu. Dan mungkin... itu satu-satunya hal yang bisa menghentikanku.” Suara sirene berbunyi. Pasukan bayangan kembali masuk ke bunker. Tidore berteriak, “Kita harus keluar sekarang!” Damar mengunduh data cepat ke chip portabel. Dewi menatap layar terakhir yang berkedip: tulisan Arab yang samar—“al-haqq yaghlib.”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai tanda waqaf saktah
Baca
+Pustaka
Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

"Kecamatan sudah ketok palu kemarin. Area ini resmi ditutup untuk segala aktivitas warga Sukamaju!" "Jaga mulutmu ya! Ini tanah wakaf sah milik warga kami! Surat dari kementerian masih kami pegang strukturnya!" bentak Linda dengan suara meninggi, tubuhnya bergetar menahan luapan emosi yang membakar dada. Clara ikut maju menengahi, wajah cantiknya menegang ketat. "Kalian beneran nggak tahu malu! Hukum sengaja kalian putar balik demi kepentingan pabrik kotor itu!"
8.452.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai tanda waqaf saktah
Baca
+Pustaka
PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

Sebuah batu besar masuk menembus jendela ruang depan, terikat secarik kertas berisi tulisan besar: [“BERHENTI ATAU KAMI BAKAR KALIAN SEKARANG!”] Qale memungut batu itu lalu membuangnya. Dia sedikit demi sedikit bisa menekan rasa takutnya. Dia lalu menoleh ke arah Ria. "Kalau takut, mereka kek punya kekuatan lebih buat ngancam kita," ujarnya tegas. Ria mengangguk cepat. "Iya juga, Kak. Ok lah, kita abaikan. Nggak mungkin Pak Wafa diem aja," kekeh Ria diangguki Wafa yang tak jauh dari mereka.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai tanda waqaf saktah
Baca
+Pustaka
Suamiku Jadul

Suamiku Jadul

kata Bang Parlin. "Bang, Wakaf tidak bisa diperjualbelikan," kataku mengingatkan. "Oh, ya, karena tidak bisa diperjualbelikan, ya, udah, kami berikan saja uang ini, kami anggap sedekah," kata Bang Parlin. "Saya setuju, saya akan siapkan suratnya," pengacara itu menjawab. "Tidak perlu, surat wakaf sudah ada, tak perlu lagi surat, hanya satu saja, jika coba macam-macam lagi, ya, kalian sudah lihat sendiri bagaimana akibatnya," kata Bang Parlin.
9.8582.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.6K kali sebagai tanda waqaf saktah
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
Kiki Sulandari
Semoga sajq kakaknya Nia bisa lebih mengendalikan kata katanya.... Waaah,bang Parlin sudah jngin berikan adik pada si butet Sari Sabar ya bang Parlin,tunggu sampai butet Sari berusia 1,5 tahun.........
Larose
suka sama ceritanya,ttg kehidupan sehari² yg bisa diambil pelajarannya dgn segala kelebihan dan kekurangan mereka,walaupun g yakin jg didunia nyata akan ada orang sepositif keluarga ParliNia,komennya jg bikin ngakak krn terbagi menjadi 2 kubu hahaha,good job Thor buat ceritanya ......🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Ta'aruf Tanda Cinta (INDONESIA)

Ta'aruf Tanda Cinta (INDONESIA)

Tipikal orang yang tidak mau dirugikan sedikit pun. Tak lama kemudian, Amel mengambil form dari loket TPPRI. "Silakan tanda tangan di sini, Pak." Amel meminta hal yang sama seperti sebelumnya pada Wibi, membuat pria itu mengerutkan kening. "Untuk apa?" tanya Wibi ketus. 'Astaghfirullah. Sabaaaaaaarrrrr,' lirih gadis 25 tahun ini dalam hati.
9.910.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 272 kali sebagai tanda waqaf saktah
Baca
+Pustaka
Takdir Yang Tertunda

Takdir Yang Tertunda

Tangan thremorku tak mampu menjangkau sebuah pengangan, dan tatapanku menciut oleh wajah yang nampak seperti dracula yang mengamuk. Raya Dinata, sedang menunnukkan kharismatiknya yang sesungguhnya. Sedang memperlihatksn kekuasaan dirinya. Bahwa dia punya sejuta kemampuan untuk menghancurkan sesuatu ysng tidak diinginkannya. Bahwa dia punya sejuta pesona yang akan ia tebar untuk meraih semua kemauannya. "Jangan terlihat murahan, Move!" Satu kalimat penuh penekanan itu mampu membuat hatiku membatu, mengeras dan seperti memberontak menunjukkan taring-taringnya bahwa apa yang diucapkannya itu tidak benar.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai tanda waqaf saktah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status