Terjebak Mantra!
Meskipun demikian, tersebab oleh kondisi zamannya, terkadang ada juga trah ratu yang seharusnya menjadi ratu tetapi memilih menjadi pujangga atau rakyat biasa.
Untuk menyiapkan rah ayu nanti derivasinya akan menurunkan beragam aturan dan upacara daur hidup yang ketat dan sangat berat. Dari mulai memilih calon istri, mendidik anak, hingga pendidikannya. Dalam konteks ini, dengan tujuan agar kosmologi Islam Jawa ini semakin merasuk dalam uripe wong Jawa, maka Kanjeng Sultang Agung Anyakrakusumo (1593-1645 M) pada tahun 1633 M (1555 saka), memerintahkan seluruh Kesultanan Mataram yang meliputi seluruh Pulau Jawa, Madura (kecuali Banten Batavia, dan Blambangan) untuk menggunakan sistem penanggal