Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Benci Berbuah Cinta

Benci Berbuah Cinta

Kemudian di susul oleh berapa tamu lainnya yang sudah tergiur oleh jumlah uang taruhan di atas meja. Melihat jumlah uang yang banyak di atas meja. Tawa James Arthur semakin nyaring di dalam hati. Ia sangat yakin akan menang dan mendapatkan banyak uang hari ini. "Lima menit lagi sudah klimaks," ucap James Arthur yang yakin dengan taruhan yang ia tawarkan. Sedangkan para tamu memasang waktu 10 sampai 15 menit. Bella Saphira yang tidak bisa melakukan perlawanan. Ia terus mendesah nyaring dengan gairah yang semakin membakar tubuhnya.
9.951.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai taruh di meja
Baca
+Pustaka
Adik Ipar, Jangan Terlalu Dalam

Adik Ipar, Jangan Terlalu Dalam

Tapi Reno tetap diam, sibuk dengan sendok sup di tangannya. Ratna melirik sekilas, kemudian berucap dengan nada datar namun menekan, “Sasha, duduklah. Jangan membuat meja ini terasa ganjil.” “I—iya, Ma,” jawab Sasha cepat. Ia menarik kursi di ujung meja, lalu duduk dengan sikap kaku.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai taruh di meja
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Lelaki Muda

Jerat Cinta Lelaki Muda

tuding Tyo dengn mata memicing. “Brengsek! Enggak usah sembarang nuduh lo, bangsat! Kalau lo pada mau taruhan sana berdua aja! Gue mau cabut aja sekarang! Muak gue sama lo berdua!” sergah Rafka memukul meja Bar dengan kesal.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai taruh di meja
Baca
+Pustaka
MENJADI ISTRI KEDUA TUAN MUDA

MENJADI ISTRI KEDUA TUAN MUDA

"Antar makana itu ke meja nomor 7!" Mega mengangguk, ia lalu memindahkan nampan berisi beberapa macam pesanan itu ke atas meja dorong. Hingga tibalah Mega di meja nomor 7, "meja nomor 7 kan, tapi kenapa meja ini kosong!" batin Mega yang kemudian tetap memidahkan makanan dari meja dorong ke atas meja nomor 7 itu. Setelah berhasil memindahkan semua pesanan dari meja dorong ke atas meja nomor 7, Megapun celingukan mencari siapa pemesan yang tak tampak sampai ia selesai menyajikan pesanannya ini.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai taruh di meja
Baca
+Pustaka
Kuikuti suamiku dengan GPS

Kuikuti suamiku dengan GPS

Aku langsung berdiri menyatukan satu lagi meja ke meja kami, biar luas dan biar semua pacar Mita muat, saat sedang menyusun kursi tidak sengaja mataku melihat paha Mita di elus-elus oleh Rio. Bibirku langsung menyunggingkan senyum, aku pura-pura jongkok untuk mengambil sesuatu di bawah meja, mataku hampir saja copot melihat kaki Mita sedang jadi mainan oleh yang lainnya, kucuali Dimas dan Taufik. Aku langsung berdiri dan berjalan ke arah Dimas, lalu aku membisikkan sesuatu. "Kamu pindah aja ke meja yang baru aku gabungin, biar Mita habis di mainin sama cowok-cowok mata karanjang itu," bisikku pada Dimas dan Taufik secara bergantian.
1043.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai taruh di meja
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Selingkuhi Ternyata Anak Pewaris

Istri yang Kau Selingkuhi Ternyata Anak Pewaris

Panjang dan luas membentuk jalan hingga ke sebuah meja yang terletak di ujung. "Silakan Kak, sudah di tunggu Mas Raffi di meja ujung sebelah sana." Laki-laki itu menunjuk sebuah meja di ujung sana dengan ibu jarinya. Aku mengikuti arahannya, berjalan anggun ke arah meja yang telah di tunjukkan, dan laki-laki itu melenggang keluar area kafe ini.
9.4326.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.0K kali sebagai taruh di meja
Baca
+Pustaka
Rahasia Di Balik Meja Kerja

Rahasia Di Balik Meja Kerja

Kamar Maya tipe suite kecil: ruang tamu terpisah dengan meja kerja, dua kursi, sofa kecil, dan jendela besar dengan pemandangan kota Bandung di malam hari. "Wah, enak kamar kamu," ucap Dion masuk, meletakkan laptopnya di meja ruang tamu. "Beruntung aja," jawab Maya sambil mengeluarkan dokumen dari tas. "Mau kopi? Ada sasetan dari kantor." "Nanti aja. Fokus dulu." Jam menunjukkan pukul 03.00 ketika Maya menghela napas panjang.
416 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai taruh di meja
Baca
+Pustaka
Putra Tersembunyi sang Presdir

Putra Tersembunyi sang Presdir

*** "Riana, tolong antarkan pesanan ini ke meja nomor lima!" "Baik!" Dengan cekatan, Riana meraih nampan dan berjalan membawanya menuju ke meja yang disebutkan. Akan tetapi, Riana mengerutkan kening saat melihat Mahesa lah yang duduk di meja nomor lima tersebut. "Riana, apa kau membawa pesananku?" tanya Mahesa dengan gayanya yang tampak menyebalkan di mata Riana.
10119.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai taruh di meja
Baca
+Pustaka
Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

"Anda mau mempermainkan saya?!" Suasana langsung jatuh ke dalam keheningan yang menyesakkan. Atlas melemparkan tablet di tangannya ke atas meja dengan suara yang cukup keras untuk membuat jantung siapa pun berdegup lebih cepat.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai taruh di meja
Baca
+Pustaka
Tinggal Bersama Bos Cantikku

Tinggal Bersama Bos Cantikku

Orang-orang tampak terus bertaruh. Tak lama kemudian, Tomi membawa Surya ke salah satu meja. Tomi memasang taruhan, sementara Surya berdiri di samping memperhatikan. Tomi bertaruh tiga kali berturut-turut. Setiap kali mendapatkan kemenangan, dia akan menjadi sangat bangga. "Teman, apa kamu mau main juga?" "Nggak, nggak, aku nggak bisa main."
9.9392.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.6K kali sebagai taruh di meja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status