Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Balas Dendam Sang CEO Tampan

Balas Dendam Sang CEO Tampan

tanyanya dengan senyum yang mengembang. Thalita mengernyitkan keningnya bingung. “Kita?” tanyanya memastikan. “Ya kita, kamu lihat meja di sana itu punya kamu,” jawabnya sambil menunjuk meja besar di sudut ruangan dengan hiasan bunga di kedua sudutnya. “Kenapa aku juga pindah ke sini Mas?”
105.0K viewsCompletedAdded to Library 115 Times as taruh di meja
Read
+Library
Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Audry langsung menghampiri dengan langkah pelan dan menyapa si pria lancang. “Kamu nggak lihat di sini ada tulisan reserved-nya?” tanyanya sok galak. “Lihat,” jawab si pria itu santai. ”Kalau sudah lihat kamu pastinya juga tahu dong apa artinya reserved?” “Tahu. Meja ini sudah ada pemiliknya yaitu kamu, dan meja ini nggak boleh diisi oleh siapa pun selain kamu.” “Terus, kenapa kamu masih di sini?”
10171.0K viewsCompletedAdded to Library 4.8K Times as taruh di meja
Read
+Library
Gara-Gara Biro Jodoh: Tuan Dingin Tunduk Padaku

Gara-Gara Biro Jodoh: Tuan Dingin Tunduk Padaku

Tawa keras bercampur umpatan menggema, menciptakan kekacauan yang terasa hidup. Rully menyeringai tipis melihat pemandangan itu, lalu melangkah menaiki tangga. Di lantai atas, suasana sedikit lebih terfokus. Meja-meja billiard berjajar rapi. Beberapa orang sudah memegang tongkat masing-masing—ada yang membungkuk mengincar bola, ada pula yang berdiri dengan mata menyipit, penuh perhitungan. “Rully.”
102.2K viewsCompletedAdded to Library 51 Times as taruh di meja
Read
+Library
Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Beberapa berdiri di tepi, memanjangkan leher untuk melihat ke arah meja rolet. Straight up, dua kali berturut-turut, dengan nyawa dan seratus juta dollar sebagai taruhannya. Mereka tidak pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya. Dan pria yang duduk di meja itu, yang masih bersandar santai di kursinya seperti ini adalah makan malam biasa, tidak terlihat seperti seseorang yang baru saja mempertaruhkan kedua tangannya. Dia pasti sudah tidak waras.
1029.2K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as taruh di meja
Read
+Library
Kultivator Surgawi

Kultivator Surgawi

Akhirnya, seseorang tak tahan lagi dan bertanya kepada petugas di meja nomor sepuluh. "Kenapa kau mengubah taruhanmu? Begitu kau memasang taruhan, selesai, kau tidak mengerti?!" Orang yang bertanggung jawab atas meja nomor sepuluh itu menatap tajam orang yang menanyakan hal tersebut dan berteriak.
1039.1K viewsOngoingAdded to Library 860 Times as taruh di meja
Read
+Library
Waktu Untuk Bertaruh

Waktu Untuk Bertaruh

Karena Petugas itu mengakui kesalahannya, sambil terbata-bata dia menjawab, “Ba–baik, Pak. Ma–maafkan Saya. Sekarang saya akan mematuhi perintah Bapak.” Sambil terus menggerakkan kaki-kakinya, dengan cepat Bayu bisa menghitung meja-meja yang tersusun rapi di bagian tengah ruangan platinum. Sepenglihatannya di sana terdapat dua belas meja yang dipisah menjadi tiga bagian. Masing-masing bagian itu memiliki empat buah meja yang dilengkapi dengan empat buah kursi, sebagai alas duduk mereka.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as taruh di meja
Read
+Library
Pendekar Golok Naga Biru

Pendekar Golok Naga Biru

Brakkk! Satu tubuh melayang dan terjatuh di meja tempat keempat orang lainnya yang sedang asyik minum arak membuat meja itu hancur. Terlihat penjaga kedai dipijok kedai sampai menggigil ketakutan. Keempat orang itu langsung berdiri dan mengarahkan pandanannya ke arah Dipa. 5 keping perak masih ada di atas meja.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as taruh di meja
Read
+Library
Sentuhan Adik Sahabatku

Sentuhan Adik Sahabatku

“Kelihatan serius.” Mereka berhenti di depan meja billiard yang posisinya tepat menghadap ruang kerja. Kain meja berwarna hijau tua, permukaannya tampak rata dan sempurna. Birru meraih stik dari rak di dinding. “Mau coba?” Jennar tertawa kecil sambil mengibaskan tangan. “Aku nggak bisa, Mas.” “Bisa belajar kok,” jawab Birru santai, lalu menyerahkan satu stik padanya.
1019.1K viewsOngoingAdded to Library 743 Times as taruh di meja
Read
+Library
Istri yang Diceraikan ternyata Pewaris

Istri yang Diceraikan ternyata Pewaris

"Ayo kita masuk. Kamu jangan gugup gitu, di sini gak ada yang kenal sama kamu. Jadi, kamu gak perlu takut, okay.” Ayara tersenyum pada Laras yang sesekali celingukan melihat sekitar, selayaknya takut ada orang yang ia kenal atau orang yang mengenalnya. Tidak ada lagi pembicaraan setelahnya, keempat manusia dewasa itu berjalan memasuki pintu kaca di hadapannya. Pilihan mereka pada sebuah meja yang terletak di samping tembok. Tak lama mereka duduk, seorang pelayan datang dengan tablet menu di tangannya.
103.5K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as taruh di meja
Read
+Library
Menikah Muda dengan Anak Rentenir

Menikah Muda dengan Anak Rentenir

Dia hanya ingin mengingatkan, itu saja. “Jangan pikirin omonganku, ya. Lupain aja. Benar kata Meyra, ada kami yang siap membantumu. Jadi, jangan merasa sendiri. Oh ya, masih ingat tentang taruhan kita?” tanyanya. “Oh ya jelas. Kalau masalah traktiran mah, aku nggak akan lupa,” sahut Meyra semangat. “Makan sepuasnya sama jalan-jalan,” sambung Bahira.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 129 Times as taruh di meja
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status