Dokter Ajaib Primadona Desa
Tirta tertawa sinis, lalu menyahut, "Pak Bahera, kamu nggak usah berpura-pura bodoh di depanku. Sebelum kompetisi dimulai, jelas-jelas kita taruhan. Kenapa? Apa Pak Bahera mau mengelak?"
Bahera menyeka keringat dingin di dahinya dan membalas, "Jangan bicara sembarangan. Aku sama sekali nggak mengenalmu dan nggak pernah bertemu denganmu. Mana mungkin aku taruhan denganmu? Cepat minggir, aku harus membereskan urusan penting."
Tirta menyipitkan matanya dan menimpali, "Bagaimana kalau aku nggak mau minggir?"
Hot Chapters