Siap, Mas Bos!
“Yang penting nyaman saja, Bos. Soal warna tidak jadi masalah.”
Aroma bakso menguar dari dalam plastik yang dibawa oleh Al. Kairo jadi membayangkan bagaimana bau mobil cowok itu sepanjang jalan. Bahkan sangat mungkin kalau bau itu akan sangat melekat hingga beberapa jam ke depan. Soalnya bau bakso Mang Tedjo selalu menembus hingga ke lobi kantor saking kuatnya.
“O, ya, Bos. Saya juga sudah menambahkan makanan kesukaan Bos. Biar Bos juga bisa ikut makan enak nanti,” ujar Al yang mengulurkan tangan untuk menerima uang pembayaran makanan.