Wiro sang Penakluk
Baru lima belas menit dia duduk di sana, sebuah tangan berat mendarat di pundaknya.
"Hei."
Wiro menoleh. Di belakangnya berdiri seorang pria bertampang sangar dengan rahang kotak, alis tebal yang nyaris menyatu, dan bekas luka melintang di dagunya. Rambutnya dicukur pendek, dan di lehernya terlihat tato naga hitam yang menjalar hingga ke belakang telinganya. Dua orang pria lain berdiri di belakangnya, bertubuh sama besarnya, dengan tatapan yang sama mengancamnya.