Tamu Di Rumah
Sekarang dia harus bekerja berjualan di pinggir jalan, dia sudah membawa beberapa sendal yang terlihat indah-ina.
Tidak banyak sendal yang dia bawa, baru saja sedikit namun dia yakin jika dia bisa menjualnya sampai habis.
Tio datang ke lampu merah yang banyak di lewati oleh orang-orang, dia duduk di dana. Malu tidak terasa lagi di dalam tubuhnya, yang dia ingat hanya untuk memenuhi kehidupan keluarganya.
“Sendalnya Bu, pak. Cantik-cantik, harganya dijamin Murah!” ujar Tio menawarkan sendalnya, kepada bapak atau ibu, atau siswa yang lewat disana .
Hot Chapters