Kenapa Bajuku Selalu Sama dengan Tetangga Baru?
"Iya, sebaiknya saya mandi dulu ya, Puspa?"
"Iya, mandi dulu deh. Saya buatkan teh. Ada aneka kue juga itu di atas meja, kita bisa ngobrol apa saja sambil minum teh nanti." Puspa mengalah. Ia membantu Galih berjalan menuju kamar mandi. Setelah pintu kamar mandi itu tertutup, Puspa pun memanaskan air di teko listrik. Ia sedih teh dan memasukkan satu sachet gula rendah kalori ke dalam cangkir suaminya. Ia pun menyeduh teh yang sama, tetapi ia membutuhkan gula dua sachet. Puspa menyingkap sedikit tirai jendela besar itu, ia melihat ke luar. Hiruk pikuk ibu kota Bandung masih saja ramai, padahal ini sudah pukul sembilan lebih lima belas menit.