Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

“Kita ke Turtle Point dulu ya. Di sana biasanya banyak penyu besar. Setelah itu kita lanjut ke Shark Point. Jangan khawatir, hiunya jinak.” Zera menggenggam tangan Farez dengan semangat. “Aku gak sabar liat penyu dari dekat!” Farez tertawa. “Ha-ha-ha. Jangan dicium ya penyunya kalau ketemu!” Marsha menimpali, “Kalau aku bisa selfie bareng penyu, hidupku lengkap deh.” Arnold menyahut sambil mengatur fin di kakinya, “Selfie-nya jangan lama-lama, nanti penyunya bisa kabur.”
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai teks khudzuni
Baca
+Pustaka
Ikhlas

Ikhlas

tanya kakak ipar nya yang ikut salah paham "Astagfirullah.. Mah, Yah, Teh, A, Sumpah demi Apapun Arkan enggak hamilin anak gadis orang, dia wanita baik-baik jangankan untuk Arkan hamili, Arkan pegang tangannya aja mana berani" ucap nya prustasi tidak habis pikir dengan pemikiran keluargannya
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai teks khudzuni
Baca
+Pustaka
Teman tapi Khilaf

Teman tapi Khilaf

“Tapi dengar-dengar Gisca lagi di luar negeri sama suaminya.” “Iya, sebelumnya Gisca melahirkan. Bayinya prematur dan meninggal,” balas Amira. “Oh ya, ini pembahasan penting dan nggak boleh kelewat. Aku dan Amira memang sengaja menyimpan dulu pertanyaan ini,” kata Tessa. “Jadi, apa kalian udah melihat video Barra yang tanpa busana sampai-sampai itu-nya kelihatan?”
1029.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai teks khudzuni
Baca
+Pustaka
Neng Zulfa

Neng Zulfa

Zulfa Zahra El-Faza Lamat-lamat kulihat bibir Gus Fatih membaca basmalah, kemudian dipegangnya dengan lembut ubun-ubunku dengan kedua tangannya, kudukku meremang merasakan sentuhannya. “Allahumma inni asaluka min khairiha wa khairi ma jabaltaha, wa a'udzubika min syarriha wa syarri ma jabaltaha (Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan wataknya. Dan aku mohon perlindungan-Mu dari kejahatannya dan kejahatan wataknya),” bisik Gus Fatih di puncak kepalaku. Persis seperti beberapa menit setelah ijab qabul kami berminggu-minggu lalu, saat ia menghampiriku di bilik kamarku yang ada di Kediri, kemudian menggandengku ke pelaminan.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai teks khudzuni
Baca
+Pustaka
Terlena Dekapan Hot Duda

Terlena Dekapan Hot Duda

Calix yang sepertinya paham langsung berkata, “Apa yang Tuan Muda Maksud itu Nona Elara yang tadi Tuan Muda jumpai di kamar tamu?” Saat itu juga, Arkan mengangguk sambil tersenyum. Alden masih terpaku. Tiga tahun ia habiskan uang miliaran untuk terapi bicara, psikolog anak, bahkan hipnoterapis dari Singapura. Semuanya nol besar.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai teks khudzuni
Baca
+Pustaka
Khair dan Khaira

Khair dan Khaira

Dia berusaha tersenyum tapi kesannya tetap kaku. “Dokter Huda tadi kirim pesan, nanyain Teh Khaira sudah pulang atau belum, tapi dia enggak bilang apa-apa soal rencana walimahnya.” Khaira menggigit bibir lagi. Dia bahkan belum menyiapkan kata-kata untuk menjelaskan semuanya kepada Khair. Untung saja saat dia kebingungan, seorang pembeli kopi muncul. “Teh, Brown Sugar 2, ya ... yang medium.”
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai teks khudzuni
Tampilkan Ulasan (85)
Baca
+Pustaka
Eneng Susanti
Siapapun yang membaca cerita ini, tolong berikan tanda dengan komen atau ulasan. Walau hanya sepatah dua patah kata, itu sangat berarti bagi penulisnya 🥲 Terima kasih buat semua yang sudah memberikan ulasan ...
Agatha Orchidas
ternyata cerita ini manis kak... ... aku suka alurnya, aku gak paham ttg bahasa yg bagus baik dan benar itu seperti apa... sejauh ini bagiku bahasa hanya penghantar penyampaian kata... intinya aku suka... ... semangat terus kak... lanjut ya... ...
Baca Semua Ulasan
Kuakhiri Dendam Ini

Kuakhiri Dendam Ini

Wajar Om Burhan menerima bulat-bulat, uang yang sangat banyak. "Apakah kakak juga mendengar, siapa nama penabrak itu? Siapakah yang sanggup memeberikan uang damai sebesar itu, Kak?" "Kau pasti mengenalnya, Manda. Tedja, si pengusaha kaya itu!" "Tedja? Tedja Sukma Karim pengusaha ternama itu?" "Iya, dialah yang menabrak orang tua kita." "Pantas … pantas saja, Om Burhan gelap mata." Masih bingung guys ... Huhuhu cup cup dah.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai teks khudzuni
Baca
+Pustaka
ZahFad

ZahFad

"Baiklah Uztadzah." "Jadi, begitulah ceritanya." Zahra selesai menceritakan dan rasa takut itu semakin bertambah. "Kamu jangan khawatir. Masih ada kok yang seperti kamu. Dia gigih banget belajar dan sekarang sudah bisa membaca Al-Qur'an." Marisa menjelaskan apa yang ia ingin katakan untuk menyemangati Zahra. "Permulaan yang bagus." "Maka dari itu, kamu nggak usah takut lagi. Ikut aja nggak papa. Hal itu wajib untuk diikuti semua santri."
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai teks khudzuni
Baca
+Pustaka
Tuan Muda

Tuan Muda

Tuan Muda Part12 "Sial, bodoh!" gumam Jack Catwalk pada dirinya sendiri. Pria tinggi kurus itu terdiam sejenak. Albert Tones menyesal dan mengutuk dalam hatinya, ketika dia melihat Khan Tones mundur secara teratur, dan sepertinya tidak merasa bahwa dia telah melakukan kesalahan. "Ahem, pria sejati yang menjunjung tinggi harga diri, tidak akan menyangkal kata-katanya. Karena, dari pria yang dipegang ada kata-katanya."
8.6504.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.1K kali sebagai teks khudzuni
Tampilkan Ulasan (111)
Baca
+Pustaka
Chaken Israel Tatipikalawan
sangat seru ceritanya tapi kenap tidak berlanjut dan harus bersambung..kenao certia lain bisa ditulis dangan bab yang lengkap..ayo semangat biar bisa lanjut cerita ini..ceritanya sangat bagus dan dan lebih baik dari cerita yang sudah saya baca di good novel ini...saya mohon untuk bisa berlanjut lagi
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Gurun Sonoran, Meksiko “Wah, waktunya piknik, pal,” terdengar suara Tex dari ponsel. “Senang sekali mendengar suaramu!” kata Khaled. “Hai, Khaled,” suara Kenny menyela. “Terima kasih sudah datang, teman-teman,” kata Khaled. “Aku tahu mendapatkan persetujuan itu pasti tidak mudah.” “Eh… ya,” kata Tex. “Apa sitrep-mu?”
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai teks khudzuni
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status