Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Malam Itu, di Pelukan Sahabat Suamiku

Malam Itu, di Pelukan Sahabat Suamiku

Tiga tahun pernikahan Althea hanya diisi dengan penolakan dan sikap dingin suaminya setiap kali mereka berada di atas ranjang. Althea harus menanggung malu mama mertuanya karena tak kunjung hamil. Namun sebuah pemeriksaan medis membuat Althea menemukan sebuah rahasia besar yang sengaja ditanam di dalam rahimnya tanpa izin. Rasa dikhianati dan haus akan sentuhan yang tulus membuat pertahanan Althea mulai runtuh saat sahabat suaminya hadir memberikan perhatian yang berbeda. Kaelen Ardhani Dirgantara, bos besar sekaligus pemilik Dirgantara Group Kael tidak hanya menawarkan telinga untuk mendengar, tapi juga sentuhan yang membangkitkan gairah Althea yang selama ini dipadamkan oleh suaminya. Kini Althea terjebak dalam pilihan sulit untuk tetap setia pada suami yang memanipulasi tubuhnya atau menyerahkan diri sepenuhnya pada gairah terlarang bersama sahabat suaminya sendiri.
1029.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 580 kali sebagai telinga kanan bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Ahhh... Tuan Mafia

Ahhh... Tuan Mafia

​"Lepaskan aku, Tuan... Ini salah," ​bisik Aline dengan napas memburu, tubuhnya gemetar hebat saat punggungnya terdesak rapat pada kap mobil mewah milik sang mafia. ​Xavier tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru mengikis jarak, memenjarakan tubuh mungil Aline di antara lengannya yang kokoh. Aroma parfum maskulin yang bercampur dengan aroma bahaya menguar tajam, mengunci seluruh kesadaran wanita itu. ​Dengan perlahan, jemari kokoh Xavier naik, menyelipkan anak rambut Aline ke belakang telinga, sebelum turun membelai rahangnya dengan sentuhan yang membakar skin. ​"Salah?" ​Suara berat Xavier berbisik rendah tepat di ceruk leher Aline, membuat bulu kuduk wanita itu meremang seketika. Napas hangat pria itu terasa begitu intim, membakar permukaan kulitnya yang sensitif. ​"Di duniaku, tidak ada yang salah jika aku sudah menginginkannya. Dan malam ini, jalang kecil... kau adalah milikku."
268 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai telinga kanan bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Tawanan Mafia Mesum

Tawanan Mafia Mesum

“Kau ingin menyelamatkannya dariku?” suara Xavier begitu dingin, namun berdesing di telinga Hazel seperti pisau yang diasah. “Kalau begitu, serahkan dirimu padaku.” Hazel terperangah, “Brengsek! Kau pikir ini semacam transaksi kotor? Aku bukan barang yang bisa kau tawar!” Xavier perlahan mendekat, menghapus jarak di antara mereka. Dengan kasar dan mendominasi, ia mencium Hazel dengan penuh gairah. Sebuah penanda, seolah berkata, 'kau milikku sekarang.' Hazel terhentak, tubuhnya gemetar karena kaget dan marah. Tapi Xavier hanya menyeringai puas, seperti predator yang tahu mangsanya mulai terperangkap. “Kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu ini…” bisiknya di telinga Hazel, suaranya rendah dan menggetarkan saat Xavier melanjutkan. “...kucing liarku.” __ Awalnya, Hazel hanya ingin membantu saudaranya dari pria bernama Xavier. Sebuah niat sederhana, tapi langkah kecil itu justru membawanya ke gerbang mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan. Dunia gelap yang dipenuhi darah, pengkhianatan, dan bayangan seorang pria yang tak seharusnya masuk dalam hidupnya. Di saat pikirannya diliputi kebencian dan tubuhnya dipenuhi adrenalin, Hazel justru disambut kenyataan pahit, tunangannya sendiri berselingkuh. Hancur dan marah, ia pergi ke bar, membiarkan alkohol menelan logikanya. Ia hanya ingin melupakan. Namun malam itu, sebuah kesalahan fatal terjadi. Dalam kabut mabuk dan luka hati yang menganga, Hazel terjatuh dalam pelukan pria yang paling ia benci… dan bangun di ranjang Xavier Lautaro Davis. Dan sejak malam itu, hidup Hazel tak lagi menjadi miliknya. Setiap langkah untuk menjauh hanya membuatnya semakin tenggelam. Dalam permainan kekuasaan yang kejam, dan hasrat yang tak bisa dijelaskan, Hazel menyadari satu hal, semakin ia membenci Xavier, semakin kuat belenggu yang pria itu lilitkan di sekelilingnya. Kini, pertanyaannya bukan lagi bagaimana cara keluar, tapi berapa harga yang harus dibayar untuk bebas dari obsesi seorang Xavier Lautaro Davis?
10104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai telinga kanan bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Inhibitions of Mafia

Inhibitions of Mafia

Amelyaaz
Feligan D'xario tidak segan-segan mengusik wanita yang mengganggu pikiran dan jiwanya. semua keinginannya yang tertahan selama ini langsung saja tidak terkendali karena wanita itu yang tak lain adalah Shakira. Sudah lama Feligan tidak merasakan pemberontakan lagi apalagi wanita yang ia temui ini mempunyai jiwa liar dan membuatnya sedikit senang sekaligus kesal. Ia tidak menyangka wanita itu berani menantangnya tanpa tau akibat yang akan diterimanya, tapi tidak apa, karena akhirnya ia dapat bermain kembali! "Kau tidak akan lepas dariku, Shakira, sekalipun kau menghilang dari pandanganku. Apapun yang ada di dirimu tidak akan pernah dimiliki siapapun selain diriku," desis Feligan tepat di telinga Shakira yang kini memerah karena hembusan napas pria itu. Shakira mencoba menatap Feligan menantang. "Kau tidak akan mendapatkannya, diriku adalah milikku!" Feligan menyeringai. "Ya, dan akan menjadi milikku juga nanti," balasnya.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai telinga kanan bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

Tadi hujan
Suasana meledak, semua orang maju. Aku segera bergerak cepat ke arah Salma yang langsung melayangkan kakinya ke selangkangan dua pria yang mengapitnya. Aku meraih tangan Salma. Sesuai arahku Ferdi dan tiga temannya mengikutiku. "Fer, bawa!" Aku melepas lengan Salma. Ferdi bergegas menariknya menjauhiku. "Keluar!" tegasku sambil menunjuk arah belakang yang memang kosong. "Nggak, Arka!" teriak Salma, terus menjulurkan tangan. Aku tersenyum. Salma perlahan hilang. Syukurlah mereka berhasil kabur. Hampir lima belas menit, aku masih bertahan. Banyak dari mereka yang langsung tumbang setelah kuhajar. Tapi beberapa serangan berhasil membuat sekujur badanku babak belur. Kini penglihatanku sudah mulai runyam. Aku segera meraih balok kayu yang tergeletak tak jauh, lalu menodongkannya ke segala arah. Tanpa terduga, ada yang menyerangku dari belakang, kepalaku terasa dihantam keras dengan benda tumpul. Kakiku tak kuat lagi menopang, tak lama tubuhku telah terjengkang. Pandanganku menggelap. Sayup-sayup, aku mendengar bunyi yang tak asing. Namun, seketika hening. (Maaf, ya, jika ada narasi maupun dialog yang memakai Bahasa Sunda. Kalau mau tahu artinya ke Mbah Google aja, ya, biar sambil belajar plus ada kerjaan. Ehehehe. Salam damai dari Author) Ikuti aku di cuiter dan kilogram @tadi_hujan, agar kita bisa saling kenal.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai telinga kanan bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Lagi, Pak Dosen

Lagi, Pak Dosen

[Konten Dewasa] Hal gila yang dilakukan oleh wanita bersama Gea adalah mengajak pria untuk tidur dengannya. Setelah dia patah hati dikhianati kekasihnya. "Bercinta Denganku." Lebih parah lagi ketika dia mengetahui siapa orang yang tidur dengan dirinya. Pria yang seharusnya tidak dia sentuh. "Lupakan kejadian ini." **** Stefano pria tubuh kekar yang menatap kearah Gea dan mengangkat dugu milik Gea dengan lembut. "Kamu yakin ingin mengajakku menjauh?" Tangan pria itu menyentuh tubuhnya dengan sangat berani, membuat Gea melayang tidak tertahan ketika merasakan sentuhan manis itu. "Ah, Pak Dosen." Stefano membisikan sesuatu yang hangat pada telinga milik Gea. "Kamu yakin ingin berhenti, baby?" Benar-benar gila diluar nalarnya. Bagaimana mungkin dia harus berhubungan dengan orang itu? Bagaimana kehidupan dia selanjutnya? akankah semuanya terbongkar hubungan gelapnya bersama dengan Stefano?
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai telinga kanan bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Across : Bayar Aku! (Indonesia)

Across : Bayar Aku! (Indonesia)

FufuHima
"Berikan aku uang! Maka aku, akan menyayangimu," bisik Joya di telinga Agha. Joya Tania, gadis SMA penggila uang. Ia menawarkan sebuah kontrak pernikahan pada Agha Hengkara, laki-laki asing, anak orang kaya yang ingin membalas dendam pada Kakaknya sendiri. Agha, yang dikenal penurut oleh keluarganya. Selama ini, hidup di bawah bayang-bayang Kakaknya yang memanfaatkan hidup Agha sendiri. Menyadari semua itu, Agha sedikit demi sedikit menyingkap topengnya, hanya untuk mengambil kekuasaan dan juga harta yang akan diwariskan oleh Keluarganya. Bagaimana takdir mempermainkan kehidupan yang mereka jalani? Bagaimana kehidupan menyiasati kehidupan mereka? Mampukah mereka berdua mencapai tujuan masing-masing? Mampukah, pernikahan yang didasari oleh uang akan membuat kebahagiaan untuk mereka berdua? Ini kisah manis bercampur pertentangan batin, dan juga intrik yang menyelimuti dua anak manusia, mencapai tujuan mereka.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai telinga kanan bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Pocong Andong Penjemput Jiwa

Pocong Andong Penjemput Jiwa

Desi Diah PangestiMisteriIblisSantetKutukan
Berminggu-minggu beberapa desa tampak seperti desa mati setelah malam tiba. Hal itu disebabkan karena banyaknya orang meninggal yang ditemukan pada pagi harinya dalam keadaan telungkup. Menurut kabar yang berbedar, mereka meninggal setelah bertemu pocong berwajah hancur dengan kedua bola mata merah besarnya. Kedatangan pocong tersebut juga selalu disertai dengan bunyi gemerincing andong, padahal di desa mereka sama sekali tidak ada yang mempunyainya. Jelas saja itu adalah andong gaib yang tengah ditunggangi oleh pocong penjemput nyawa. Hingga suatu malam, tepatnya pukul 20.10. Arkan yang baru saja pulang mengerjakan tugas di rumah temannya itu dibuat terkejut dan ketakutan bukan main karena kedua retinanya baru saja melihat pocong yang terlihat begitu jelas di dalam rumah kosong yang berada di tak jauh dari rumahnya. Lalu, bagaimana dengan nasib Arkan? Apakah ia akan menjadi korban selanjutnya yang akan dijemput menggunakan andong seperti korban-korban sebelumnya? Cerita seperti ini ada banyak sudut pandang, karena memang sebuah pocong andong yang sempat menggeparkan itu memang benar-benar pernah terjadi pada saat lumpur lapindo meluap hingga membuat beberap desa tenggelam.
91.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai telinga kanan bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Malam Panas, Hati yang Membeku

Malam Panas, Hati yang Membeku

Pada hari penglihatanku pulih, di kamar mandi aku melihat satu set pakaian dalam wanita yang bukan milikku. Aku menyembunyikan hal itu, ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Di siang bolong, Morin pulang lagi untuk memasakkan makananku. Saat aku makan, seperti biasa dia memutar musik untukku. Dia berkata, "Mia, hatiku terasa sakit melihatmu nggak bisa melihat. Semoga musik bisa membuatmu lebih bahagia." Namun kali ini, di tengah suara musik yang memekakkan telinga, aku melihat seorang wanita duduk di pangkuan Morin. Dengan kasar Morin merobek tali bahu wanita itu, meninggalkan bekas merah gelap di kulitnya yang putih. Wajahnya yang penuh gejolak nafsu tepat menghadap ke arahku. Seperti biasanya, aku meraba-raba menaiki tangga, lalu menekan nomor yang sudah lama tak pernah kuhubungi. "Yuvan, aku setuju jadi pengganti cinta pertamamu." "Tapi kamu harus membantuku satu hal."
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai telinga kanan bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Runtuhnya Kerajaan Sang Bos Mafia

Runtuhnya Kerajaan Sang Bos Mafia

Udara di rumah mode kelas atas Paris itu berbau uang dan ketakutan. Aku telah menunggu enam bulan untuk gaun pengantinku. Sekarang, gaun itu justru tersampir di pundak Selena Rosion, seorang influencer yang sedang viral dan juga adik angkat tunanganku yang seorang mafia, Vicky Delano. Manajer rumah mode itu berkeringat dingin, matanya melirik gelisah antara aku dan pria yang sedang bersantai di sofa beludru. Vicky berdiri. Dia menyesuaikan lipatan ekor gaun bertabur berlian pada Selena dengan gerakan tangan yang santai. “Acara perdananya minggu depan, dia membutuhkan gaun yang menonjol dan menarik perhatian. Dia akan meminjamnya. Kau pilih saja sesuatu dari etalase dan jangan buat onar.” Nada suaranya datar dan tegas. Di bawah lampu gantung kristal, Selena mengagumi dirinya sendiri di depan cermin panjang, senyum kemenangan tersungging di bibirnya. Aku melihat bayanganku sendiri di cermin yang sama, mengenakan celana denim dan mantel yang basah kuyup. Aku tampak seperti turis yang tersesat. Tiba-tiba, seluruh rencana yang kususun selama setahun terakhir terasa seperti lelucon yang menyakitkan. Aku tidak berteriak, hanya merasa kedinginan. Mati rasa. Aku pun melepaskan cincin pertunangan dengan berlian lima karat dari jariku. Cincin itu membentur meja kopi kaca dengan bunyi klik yang tajam. “Kau benar, Vicky. Aku memang tidak butuh gaun pengantin ini. Pernikahan ini … aku juga tidak membutuhkannya.”
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai telinga kanan bunyi dug dug
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
1415161718
...
21
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status