Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis
“Ahk-“ wajah Duguk Ireng lebih buruk lagi, matanya mendelik, lubang hidungnya membesar, ringisan bibirnya menjadi lebar, tapi tampaknya dia lebih memutuskan untuk menahan rasa sakit ‘di situ’ daripada dimakan oleh siluman kepiting.
Menunggu beberapa saat, akhirnya para kepitingi itu kembali ke laut. Barulah Talang Mayan melepaskan cengkramannya.
“Ter ima ...kasih ... Senior,” ucap Duguk Ireng dengan suara terbata-bata.
Dia langsung turun dari pohon, kemudian memeriksa ‘terongnya’ di dalam semak sebelum kemudian benar-benar membuang air kencingnya. “Dia benar-benar tidak berperasaan, apa dia ingin menghancurkan masa depanku?”
“Ahkk!” terdengar lagi suara teriakan dari dalam belukar.
인기 회차