Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Chandra

Chandra

"Yaudah bagus, ayah khawatir kalo kamu di luar pas lagi hujan kayak gini." *** Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat. Rain yang sedari tadi membaca novel baru menyadari kalau hari sudah siang, benar kata bundanya kalau sudah berurusan dengan buku ia kadang lupa waktu. Rain menoleh ke jendela kamarnya. Hujan masih belum berhenti, malah terlihat bertambah deras dan disertai petir.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai tema novel hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

Tanpa rasa malu lagi Deryn mengambil sisa air mineral di dekat kursi, lantas menyiramnya hingga basah sepenuhnya. "Kau mau apa?" tanya Delia karena sang suami sudah memakaikan hijab tersebut padanya. "Ini basah! Kau mau aku masuk angin atau kepalaku sakit?" "Jangan protes," pinta Deryn, setelah itu menunjuk Nino, "kau juga basahi hijabnya segera." Nino hanya menurut saja tanpa tahu apa manfaatnya. "Aku sarankan jika kalian ingin ke kamar mandi atau mencari makan di sekitar stasiun, basahi kain dengan air dan kalian bisa keluar dengan selamat."
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai tema novel hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Sebelum skuter itu nggeblas ke arah selatan Darmo Dipo sempat membonus lagi, kali ini sebuah kerlingan mata manis. Dengan bijaksana Sarni Trilili membalas dengan senyuman masam. Dan dalam lubuk hatinya ia bersyair, “Cintaku berkeping tunggal, tiada berbelah.” Syair lima kata itu gubahan Jonet Tralala sebelum menghembuskan napas yang penghabisan. Itulah resiko menjadi janda muda. Ada-ada saja yang ingin mengajaknya nonton pengantin.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai tema novel hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Terjebak di Dalam Novel

Terjebak di Dalam Novel

Lalu disusul dengan tetesan-tetesan air lainnya. Aku memejamkan mata kesal. Ah! Seharusnya aku membawa payung seperti yang disuruh ibuku tadi. Aku berlari secepat mungkin sambil melindungi buku novel yang baru saja kubeli bersamaan dengan hujan yang mulai turun dengan derasnya. Yah, aku tak bisa menghindar jadi seluruh tubuhku dibasahi oleh air. Tapi aku bersyukur karena kini jarakku dengan rumah hanya tinggal sepuluh meter. Setelah sampai di depan pagar, aku menekan password rumahku dan buru-buru membuka pintu rumah.
9.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 361 kali sebagai tema novel hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Hush! No Drama Allowed

Hush! No Drama Allowed

Sulit mengatakan apa yang ada di pikiranku. Rasa takut ditolak dan dikecewakan lah yang membuatku memilih untuk diam. Padahal, semakin lama diam, semakin aku merasa takut. Hujan turun di Minggu sore ini. Biasanya jalan di depan rumahku ramai anak-anak bermain sepeda atau sekedar kejar-kejaran, tapi hujan membuatnya lengang. Aku duduk di teras sambil membaca The Lucky One-nya Nicholas Sparks. Aku suka sekali dengan bau tanah yang mulai basah tersiram air langit. Suasana begini membuatku semakin terhanyut dengan isi novel yang kubaca. Sesekali aku menyeruput secangkir teh panas yang ada di atas coffee table produksi Nilsson Home yang berhasil kumenangkan lewat lelang karyawan tahun lalu.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai tema novel hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

Tanpa Mami Papi di rumah, setahuku mereka sulit untuk tidur, kalau pun tidur setiap beberapa menit harus terbangun karena merasa ada Papi Mami yang tiba-tiba pulang ke rumah namun ternyata itu perasaan mereka. Kalau pun malam akan turun hujan, adik-adikku akan lebih suka keluar rumah untuk pergi ke teras demi melihat hujan. Dan mereka seolah menganggap hujan itu penyampai rindunya kepada Papi Mami. Adik-adikku lah, yang seolah terbiasa menggugah kasih sayangku bergejolak untuk mereka.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai tema novel hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Penebusan Dosa Istri Kedua

Penebusan Dosa Istri Kedua

Ia mulai membacakan buku karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul Hujan Bulan Juni tersebut dengan duduk tepat di samping lelaki itu. Entah lelaki itu mendengarkan dan merasakannya atau tidak, setidaknya itu membuat hatinya lebih lega karena masih bisa bersama dengan suaminya dan merawatnya, sambil berharap lelaki itu segera sadar. “Aku mencintaimu itu kenapa aku tak pernah selesai mendoakan keselamatanmu,” ujar Dzurriya lirih membaca kutipan kalimat dalam novel tersebut.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai tema novel hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Nona Nova Sudah Ada Pasangan Baru

Nona Nova Sudah Ada Pasangan Baru

Namun, sekarang dia hanya bisa melihatnya seperti ini. Meskipun mengerti bahwa apa yang dikatakan Ressy adalah 80% benar, Nova merasa tidak ada yang bisa dirinya lakukan. Nova menarik napas dalam-dalam dan tertawa. "Oke." Setelah menutup telepon, Nova duduk di bar. Hujan pertama di Kota Jimaun tahun ini entah kapan turun. Nova melihat rintik hujan di luar jendela dan tidak tahu apa yang dia pikirkan dalam pikirannya.
9.7121.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai tema novel hujan tere liye
Tampilkan Ulasan (78)
Baca
+Pustaka
Yani Ajja
Sebenarnya sangat bagus ceritanya dan saya suka tapi Nova selalu ditindas dari kecil, bahkan ibunya padahal pasti ada yang mengetahui dan menjadi saksi bahwa Yasmin yang jahat, terlepas dari perlindungan ayah dan Brian. mau sampai brp puluh tahun lagi Nova ditindas spt ini? sudah dari kecil lho ya
Icha Chocolate
ini tuh bagus loh tp napa jdi gantung kaya gini...goodnovel skrng novelnya banyak yg gantung di tengah jalan, di tamatin tiba"..emang sih kl novel dr terjemahan emang panjang babnya, tp ya tlng di selesaikan sampai tamat kl emang niat mau di up dalam versi terjemahan. bukan palah bikin kecewa
Baca Semua Ulasan
Wanita Rebutan

Wanita Rebutan

BUAT CERITA NOVEL SERIBU KATA TENTANG PUJI MENIKAH LAGI ChatGPT Judul: Pelangi Setelah Badai Di sebuah desa kecil yang terletak di lereng gunung, hiduplah seorang wanita bernama Puji. Dia adalah sosok yang kuat dan penuh kasih, meskipun hidupnya telah dipenuhi dengan cobaan dan kesulitan. Puji telah kehilangan suaminya yang dicintainya dalam sebuah kecelakaan tragis beberapa tahun yang lalu. Namun, di balik kesedihan yang mendalam, Puji tetap mempertahankan semangatnya yang tangguh.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai tema novel hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Antara Hati dan Janji

Antara Hati dan Janji

Tak ada lagi yang bisa aku kerjakan di kamar, berjalan kaki menuju kampus kupikir bisa mengisi waktu yang berjalan sangat lambat. Saat aku keluar dari area gedung, langit mendung menyambutku. Memang sudah masuk musim penghujan, payung lipat pun sudah aku siapkan di dalam ransel belakang. Bukan apa-apa, aku membawa laptop dan akan sangat repot jika sampai basah. Aku pun tak ingin berjalan tergesa-gesa hanya karena menghindari hujan. Aku ingin menghabiskan waktu hingga Sabtu esok hari.
10806 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai tema novel hujan tere liye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status