Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hasrat Berbahaya sang Pewaris Duda

Hasrat Berbahaya sang Pewaris Duda

Ujarku sambil menatap wajah tuanya. Bapak cuma tersenyum getir. Perlahan dia mengaduk kopi di depannya lalu berucap bijaksana. "Bukan kopinya yang enak, tapi kenangannya." Tentu saja aku cuma tersenyum menanggapi bapak, sebab apa yang beliau katakan memang benar. Manalah mungkin kopi hitam sederhana yang diracik bermodalkan air panas saja bisa mengalahkan rasa kopi yang diracik khusus oleh barista berpengalaman.
106.9K viewsCompletedAdded to Library 199 Times as kopi yang tidak pernah tua
Read
+Library
AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

“Jadi selama ini kamu kasih kopi sembarangan—” “Bukan sembarangan juga,” sela Fran cepat-cepat. “Saya dapatnya selalu sepaket dari Ibu, kemasan toples kaca tanpa merek.” “Ya?” Satria berkedip. “Ibu siapa?” “Kok siapa? Ya, Bu Kanaya ... emang ada ibu lain yang boleh kasih—” “Ck! Jadi kopi yang kamu bikinin itu dari istriku?”
105.6K viewsCompletedAdded to Library 217 Times as kopi yang tidak pernah tua
Read
+Library
Terpaksa Jadi Istri CEO Casanova

Terpaksa Jadi Istri CEO Casanova

Gerobak kopi sederhana itu tampak usang, dengan beberapa termos besar berjejer rapi di atas meja kayu. Seorang pria tua, dengan rambut yang hampir seluruhnya memutih dan kaos lusuh, berdiri di belakangnya, menuangkan kopi hitam ke dalam gelas plastik. "Hitam tanpa gula," kata Amara, menyerahkan beberapa lembar uang ribuan yang sudah terlipat-lipat di sakunya. Pria itu mengangguk tanpa bicara, lalu menyerahkan gelas kopi yang masih mengepul. Amara menerimanya dengan kedua tangan, merasakan kehangatan yang menyusup ke jari-jarinya yang dingin.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 87 Times as kopi yang tidak pernah tua
Read
+Library
Suamiku Lupa Privasi Story WhatsApp

Suamiku Lupa Privasi Story WhatsApp

Mungkin, karena aku memiliki muka yang baby face. "Iya, Arya. Si Detektif ugal-ugalan," ucapku memanyunkan bibir ke kiri dan kanan. Bola mata berputar, ekspresi malas. Dia tergelak dengan gayaku saat berucap. "Kopi spesial tanpa telor datang, uhuuu." "Bikin kopi, setahun. Lama amet." "Ih, mbak komen bae, kaya netizen. Tadi bubuk kopinya abis, jadi Aku beli dulu di warung Lik Inah."
10131.2K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as kopi yang tidak pernah tua
Read
+Library
Bukan Jodoh Pilihan

Bukan Jodoh Pilihan

“Aku gak bisa kasih nasehat apapun cuma satu yang mau aku kasih tahu ke kamu.” “Apa?” “Minumlah kopi.” Aku mengernyit, tak paham maksud dari perkataan Wahyu. “Aku udah sering minum kopi, Yu. Apa yang spesial dari kopi selain pahitnya.” “Banyak, salah satunya efek setelah menikmati kopi yang pahit.” Aku semakin bingung dengan maksud Wahyu. “Aku belum paham, Yu?”
1033.6K viewsCompletedAdded to Library 738 Times as kopi yang tidak pernah tua
Read
+Library
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

"Boleh minum kopi kalau kamu udah sarapan. Kan kita sarapannya di rumah orang tua kamu, jadi kamu minum kopinya nanti aja. Atau lebih bagus lagi kalau sehari saja kamu coba untuk nggak minum kopi. Kebanyakan ngopi bikin tubuh nggak sehat, tahu kan?" "Orang tua kita, Sera. Ayah sama ibu juga orang tua kamu," koreksi Ardhi yang sudah sepenuhnya membuka mata. Ia dengan cepat melupakan soal kopi karena lebih terfokus pada cara Sera mengucap 'oang tua kamu' yang terdengar ganjil di telinga. Sera langsung cemberut. "Not yet. Sebelum aku ketemu orang tua kamu dan mendengar langsung dari mulut mereka kalau aku diterima sebagai menantu di keluarga kamu."
9.9880.4K viewsCompletedAdded to Library 32.6K Times as kopi yang tidak pernah tua
Show Reviews (211)
Read
+Library
Jihan Amara Arifin
mantab bat ceritanya aku suka banget. dari awal udah mikir kok judulnya turun ranjang, tapi kok aneh jalan ceritanya & karena kesabaranku menunggu updatean akhirnya tau alasan judulnya turun ranjang karena updatean terbaru ini & yaa udh curiga pas tokoh sarah masuk & bener ada hbngannya sama sera 🤗
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Dosen Pembimbing Itu Suamiku!

Dosen Pembimbing Itu Suamiku!

Happy Reading Semuanya! "Saya mau teh hangat bukan kopi! Bukankah saya sudah pernah bilang kalau saya tidak suka kopi?! Produk yang kamu beli bukan kesukaan saya dan kopi buatan kamu tidak seenak kopi buatan Eva. Jangan pernah membuatkan minuman yang tidak saya suka! Saya juga tidak memerintahkan kamu untuk membuat minuman."
1026.5K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as kopi yang tidak pernah tua
Show Reviews (5)
Read
+Library
Skyworld 04
Heyy Hooo semuanya!! Terima kasih untuk semuanya yang sudah mampir dan baca cerita aku. Saat ini aku juga masih belajar dan akan terus belajar, saran dan kritik kalian selalu aku baca buat jadi pembelajaran aku. (⁠✷⁠‿⁠✷⁠) Nantikan dan baca karya aku yang lain ya... Luv Sky ...️ ...️(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠...
rhialaisouw72
suka jalan ceritanya bagus. hanya saja sedikit masukan utk penulis,mohon bahasa kata perkatanya lebih diperjelas lagi menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. karena ada beberapa bahasa yg sepertinya tidak nyambung dan tidak dipahami. terimakasih
Read All Reviews
Kebahagiaan yang Tak Pernah Kuraih

Kebahagiaan yang Tak Pernah Kuraih

Di belakangnya, Cedric berdiri diam menemani. Kondisi Tuan Besar Simon makin memburuk dari tahun ke tahun. Dia tidak pernah menyangka harus kembali mengalami nasib orang tua yang mengantar kepergian generasi muda. Pria tua itu menerima kotak abu tersebut dengan tangan gemetar. Air mata terus mengalir di wajahnya. "Anak itu ... akhirnya menyusul kedua orang tuanya ...." Di foto memorial, Arnold tersenyum begitu bebas dan riang, seolah tidak pernah memiliki beban apa pun di dunia.
2.4K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as kopi yang tidak pernah tua
Read
+Library
Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman

Suamiku Menjadi Tua dalam Semalaman

"Istriku, kamu baru saja jatuh ke air, tubuhmu belum pulih. Bagaimana bisa sembarangan turun dari tempat tidur dan berjalan? Cepat kembali berbaring." Sambil berbicara dia membantuku kembali berbaring di ranjang rumah sakit, bahkan tak lupa dengan teliti menyelimutiku. Setelah memastikan aku sudah nyaman, dia mengeluarkan sekotak kue ketan hijau yang masih agak hangat dari dalam jaket bulu tebalnya, lalu meletakkannya perlahan di telapak tanganku. "Nih, kue ketan kesukaanmu. Aku naik pesawat ke Kota Arona khusus untuk membelinya dan membawanya pulang untukmu. Makan selagi masih hangat."
3.4K viewsCompletedAdded to Library 135 Times as kopi yang tidak pernah tua
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status