Filtrar por
Estado de actualización
TodoEn cursoCompletado
Ordenar por
TodoPopularRecomendaciónCalificacionesActualizado
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

Sebelum pergi seperti biasa Agista pergi ke danau untuk menemui dan curhat pada bunga teratai yang ada di sana. "Hai teratai, aku akan pergi. Aku ingin menghapus semua kenangan buruk yang ada di sini dan mencari kehidupan baru. Selamat tinggal, jika suatu saat Yuda datang padamu dan menanyakan keberadaan ku tolong jangan katakan aku di mana!" Seperti bicara pada manusia saja, Teratai memang sahabatnya sejak lama. Karena dia tidak memiliki sahabat dekat, hampir semua teman-teman sekolah dia menjauhinya dengan alasan miskin.
104.7K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 172 veces como tokoh novel hujan tere liye
Leer
+Biblioteca
Sebelum Hujan Membasahi

Sebelum Hujan Membasahi

tanya kembali Adinda yang membuatku harus kembali berenang dalam lautan kenangan. "Ya ... aku juga masih ingat. Hal demikian pula yang sampai saat ini aku jadikan sebagai motivasi," ujarku sembari kembali memandang Adinda dengan sebuah senyuman. Kulihat kala itu rintik hujan mulai kembali turun. Dan senyum Adinda kembali terpancar mendengar jawaban yang aku ucapkan. Entahlah, rasanya hangat sekali meski terkadang tetes hujan mengenai badan.
102.8K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 112 veces como tokoh novel hujan tere liye
Leer
+Biblioteca
Sembilan Tahun Lagi

Sembilan Tahun Lagi

Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu. —Tere Liye— Sh*t! F*ck you, Vlad! *** Bersambung
1018.7K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 503 veces como tokoh novel hujan tere liye
Leer
+Biblioteca
ANILA - Kutukan Angin

ANILA - Kutukan Angin

[sebab hujan, selalu buatku tenang] [dengan hujan, teriakku tersamarkan] [tanpa hujan, tiada kehidupan] [tanpa hujan, tiada kedinginan] [tanpa hujan, tiada nikmat Tuhan yang indah [tanpa hujan, tak akan ada cerita,] [tanpa hujan, tidak akan ada pelangi] [tanpa hujan, tiada rasa ketakutan,] [tanpa hujan, petir tak akan datang,] [dari hujan, dapatkan kebasahan] [dari hujan, semua dapatkan makanan,] [karena hujan, aku jadi banyak belajar] [karena hujan,] [Ingatkan ku akan–] saat di puncak rasa untuk menuliskannya tiba-tiba Anila terganggu oleh ketukan sebuah pintu Tik tok tok!
108.6K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 249 veces como tokoh novel hujan tere liye
Leer
+Biblioteca
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

“Kau tidak perlu pergi ke mana pun, Aira. Dunia akan datang kepadamu. Karena setelah api padam, giliran hujan yang akan menulis kisah baru.” Dan seolah mengerti, dari celah langit menetes butiran air pertama. Bukan hujan biasa — melainkan tetesan cahaya, jernih dan hangat. Mereka jatuh di kulit Aira, menyalakan setiap urat cahayanya hingga tubuhnya tampak berkilau seperti bintang yang sedang lahir kembali.
101.0K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 37 veces como tokoh novel hujan tere liye
Leer
+Biblioteca
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Basah kuyup. Hati Juan seolah digenggam oleh tangan hangat. Sesak, nyeri, dan penuh haru hingga air matanya hampir jatuh. Dia segera menghentikan mobil. Bahkan tanpa sempat mengambil payung, dia mendorong pintu mobil dan berlari menerjang hujan dingin. Air hujan langsung membasahi seluruh tubuhnya, tetapi dia tidak peduli. Di matanya hanya ada sosok itu.
2.3K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 56 veces como tokoh novel hujan tere liye
Leer
+Biblioteca
Menari Bersama Hujan

Menari Bersama Hujan

Meihui menoleh, dan Rain mulai membaca pelan: "Ketika hujan pertama jatuh setelah kepergianmu, dia duduk diam di bawah jendela. Aku melihatnya dari kejauhan, dan aku tahu—dia tidak sedang mencari pelangi, dia sedang menunggu reda. Aku tidak datang untuk menggantikanmu, tidak pernah. Tapi jika cintamu adalah hujan yang mengajarinya bertahan, Maka biarkan cintaku menjadi langit yang tak lagi mendung." Meihui menutup matanya. Air matanya mengalir, perlahan, seperti hujan pertama setelah musim kemarau. Tapi kali ini, bukan karena duka. Tangis itu adalah campuran dari rasa syukur, rindu, dan penerimaan. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Rain, tidak berkata apa pun untuk waktu yang lama.
706 vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 21 veces como tokoh novel hujan tere liye
Leer
+Biblioteca
Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih

*** Di Kediaman Ambu. Nazwa termenung di depan kolam ikan yang berada di halaman depan rumah Ambu. Ia menarik napas berulangkali sekedar mengurai resah yang melanda hatinya sedari ia membuka mata dari tidurnya. Entah kenapa perasaannya tidak tenang. Seperti ada hal yang membuatnya serba salah, tersudut, ah Nazwa tak mengerti bagaimana mendeskripsikan perasaannya saat ini.
6.3K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 227 veces como tokoh novel hujan tere liye
Leer
+Biblioteca
Unpredictable Husband

Unpredictable Husband

Ziya mencibir meskipun hatinya kini tersenyum gembira. “Apaan sih, aku buru-buru nih, keburu hujan,” kata Ziya untuk mengalihkan pembicaraannya. “Udah tuh,” tunjuk Regar keluar jendela besar toko. Di luar ternyata sudah mulai hujan meskipun belum terlalu deras. Ziya menghela napasnya. Mau bagaimana lagi, ia akan menunggu hujan reda sambil melihat-lihat buku. Kebetulan ia juga ingin membeli novel.
102.6K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 62 veces como tokoh novel hujan tere liye
Leer
+Biblioteca
Kultivator Surgawi

Kultivator Surgawi

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Hanya dalam waktu yang dibutuhkan untuk meminum secangkir teh, hujan deras, es, dan embun beku di langit, bersama dengan awan gelap, semuanya terbakar habis oleh kobaran api iblis hitam yang dahsyat.
1030.9K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 1.1K veces como tokoh novel hujan tere liye
Leer
+Biblioteca
ANTERIOR
123456
...
10
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status