Gairah Sopir dan Majikan
Aroma tanah basah setelah hujan semalam tidak mampu menutupi gejolak di dadanya saat ia akhirnya sampai di depan pintu kayu bercat hijau milik Sita.
Begitu Arya mengetuk, pintu langsung terbuka. Aroma tumisan bumbu dapur yang sedap menyeruak keluar, bercampur dengan wangi parfum buah yang manis—aroma khas Sita.
"Eh, Mas Arya! Akhirnya datang juga. Masuk, Mas! Pas banget ini, sayur lodeh sama tempe garit kesukaanmu baru matang," sapa Sita dengan suara yang sangat ceria.