Terjerat Takdir Tuan Saka
"Ya ga etis, kak! Mikir dong, gimana pun juga kalian lawan jenis, pakai diajak ke kamar segala, ga boleh!"
Saka melirik Arum sekilas, lalu kembali menatap Sekala. Suaranya tenang menjawab, "Kita memang tidur sekamar, Kal."
Sekala membeku, alisnya bertaut. "Apa…?"
"Kita satu kamar," ulang Saka.
".. Tunggu," Sekala mulai mencerna. "Aku... belum ketemu istri kakak. Apa dia... istri kakak?"