TEMAN HIDUP
Hanif tercekat, kedua tangannya merengkuh pinggul sang istri yang tengah menggigit bibir menahan kenikmatan.
****
"Tante, kami di sini hanya akan beberapa bulan. Setelah Azura dapat pekerjaan dan rumah untuk mengontrak, kami akan pergi." Azura, si sulung itu tengah membereskan pakaiannya ke dalam lemari.
Di sini ia sekarang, di rumah yang tak terlalu besar. Tidak ada pelayan, kolam renang dan segala fasilitas lainnya. Azura tidur di kamar dengan ukuran minimalis, hanya ranjang, lemari dan sebuah meja belajar. Meski begitu, Azura yakin ia akan nyaman tinggal di sini. Meski sikap Kian kurang bersahabat padanya.
Sikat na Kabanata